Rp 350 Juta Disiapkan untuk Uji Kelayakan Kabupaten Bogor Timur

CIBINONG- Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor menyiapkan Rp 350 juta untuk mengkaji layak tidaknya Kabupaten Bogor Timur berdiri.

Kepala Bappedalitbang, Syarifah Sofiah mengungkapkan, uang itu telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Bogor 2017. Kajian meliputi, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga keadaan air dan tanh disana.

“Jadi dalam kajian nanti, potensi PAD yang dari 7 kecamatan itu kita pisahkan dulu dari APBD kita (Kabupaten Bogor). Termasuk juga jumlah penduduk disana. Banyak yang akan dikaji,” kata Syarifah, Senin (6/2).

Kekhawatiran terbesar adalah hilangnya potensi PAD dari sektor industri. Pasalnya, hampir 90 persen industri berdiri di 7 kecamatan yang akan menjadi bakalo calon Kabupaten Bogor Timur.

“Mereka, (Presidium Bogor Timur) mengklaim punya potensi PAD dengan banyak pabrik disana. Tapi, kajian tetap harus dilakukan. Karena itu persyaratan untuk dilampirkan ke Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Kecamatan Gunung Putri (salah satu anggota Kabupaten Bogor Timur), memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling tinggi se-Kabupaten Bogor dengan 80,35. Mengalahkan Cibinong dengan indeks 78,52.

Meski begitu, salah satu kecamatan lainnya, Sukamakmur menjadi urutan paling buncit dari 40 kecamatan dilihat dari IPM dengan 51,51. “Aksesibilitas yang menyebabkan IPM rendah seperti itu,” kata Ifah.

“Nah, makanya di rencana pembangunan 2018, kami fokus pada kesejahteraan masyarakat. Khususnya untuk wilayah yang IPM-nya rendah. Tapi tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang aksesibilitas,” tukas Ifah. (cex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *