Cibinong – Sejumlah program sosial dan religius layak menjadi prioritas, terlebih Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang masyarakat nya religius. Selain itu, dampaknya pun langsung dirasakan oleh masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Tuty Susilawati saat menghadiri sekaligus menjadi donatur dalam rangkaian acara santunan anak yatim dan dhuafa peringatan 10 Muharam 1440 Hijriyah di RW 07 Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kamis (20/09).
“Kita lebih konsen terhadap kegiatan agama dan sosial, seperti peringatan tahun baru Hijriah, 10 Muharam, dan lain sebagainya, apalagi program Bupati Bogor terpilih yang mengusung Panca Karsa didalamnya terdapat poin berkeadaban dan kesalahan sosial, artinya memang sudah terancang dan menjadi konsen nya pemerintah nantinya,” kata Tuty.
Tuty yang juga merupakan calon anggota legislatif daerah pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Bogor nomor urut 2 dari Partai PPP ini menambahkan, jika sejauh ini perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dinilai kurang.
“Seperti sekarang ini misalnya, santunan terhadap anak yatim dan dhuafa ini dilakukan oleh swadaya masyarakat dengan diakomodir oleh RT dan RW, kita berharap kedepannya pemerintah lebih konsen,” imbuhnya.
Lurah Tengah, Asep Saiful Aziz mengatakan, bahwa di Kelurahan Tengah secara rutin melakukan santunan anak yatim dan dhuafa dari tahun ke tahun secara bergiliran di tempat yang berbeda.
“Saya sangat mengapresiasi terhadap kegiatan ini dan mendukung sepenuhnya, karena dananya bersumber dari swadaya masyarakat dan donatur yang tinggal di Kelurahan Tengah,” kata Asep.
Asep mengungkapkan, sebanyak 647 yang terdiri dari 229 anak yatim dan 418 dhuafa yang mendapatkan santunan kali ini, telah terakomodir semuanya. Karena menurutnya, jumlah tersebut merupakan hasil dari pendataan yang dilakukan oleh 42 RT dan 9 RW.
“Semuanya telah tercover, tidak ada yang tertinggal. Kami selaku Lurah, juga sangat mengapresiasi terhadap donatur terlebih kepada PT Kiandra yang sudah dua tahun ini selalu memberangkatkan umrah kepada anak yatim dan dhuafa warga Kelurahan Tengah,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat Kelurahan Tengah yang juga komisaris PT Kiandra, perusahaan Tour dan Travel ibadah umrah, H Munin Ni’in, menyambut gembira dapat membantu meringankan beban bagi anak yatim dan dhuafa.
Ia mengatakan, sudah lebih dari 19 tahun secara berturut-turut bersama warga melakukan santunan anak yatim dan dhuafa. “Sebetulnya kegiatan ini sudah dilakukan oleh ulama terdahulu, dan 19 tahun belakangan ini diakomodir oleh RT dan RW,” kata Munin.
Menurutnya, dari tahun ke tahun, jumlah anak yatim dan dhuafa yang ada di Kelurahan Tengah, selalu bertambah. “Jumlahnya selalu bertambah, baik anak yatim maupun dhuafa nya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai komisaris PT Kiandra, bukan hanya warga Kelurahan Tengah saja yang diberangkatkan Umrah secara gratis, tapi pihaknya memberikan kuota terhadap 10 orang.
“Selain anak yatim dan dhuafa dari Kelurahan Tengah, kami juga memberangkatkan Umrah gratis bagi Hafidz Quran dan Ulama atau Ustadz yang kurang mampu, seluruh nya ada 10 orang,” tukasnya. (adi)





