DPRD Kota Bogor Soroti Jalan Kotor Akibat Proyek Trase Baru Batutulis

BOGORONLINE.com – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) II Bogor Selatan, Edi Kholki Zaelani, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan trase baru di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Permintaan itu menyusul kondisi jalan yang dipenuhi ceceran tanah dari aktivitas kendaraan proyek.

Edi menilai koordinasi antara Pemkot Bogor dan pihak kontraktor perlu diperkuat agar dampak pekerjaan konstruksi terhadap masyarakat, khususnya pengguna jalan, dapat ditekan.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama terhadap kendaraan pengangkut material yang keluar masuk area proyek. Pasalnya, truk pengangkut tanah masih kerap meninggalkan material di badan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengendara.

“Tugas saya hanya mengingatkan Pemerintah Kota Bogor agar terus berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait kegiatan tersebut agar kontraktor membersihkan truk pengangkut tanah yang mengakibatkan jalan menjadi kotor,” ujar Edi Kholki Zaelani, Senin (13/7/2026).

Sorotan dari kalangan legislatif tersebut sejalan dengan perhatian yang sebelumnya disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Ia menegaskan tidak akan ragu memberikan teguran kepada kontraktor apabila pelaksanaan proyek tidak memenuhi standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Pernyataan itu muncul setelah ditemukan ceceran tanah di sekitar lokasi proyek trase baru Batutulis yang dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegas Dedie.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Ia meminta pihak pelaksana proyek memastikan material yang diangkut tidak tercecer di ruas jalan yang digunakan masyarakat.

Meski demikian, Jenal mengatakan pihak kontraktor telah memberikan penjelasan bahwa pembersihan jalan dilakukan setiap sore sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

“Pembersihan tidak dilakukan berulang kali pada siang hari untuk menghindari kemacetan panjang serta genangan air yang dapat mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Jenal menambahkan proses pembersihan dilakukan menggunakan kendaraan penyemprot air yang dioperasikan petugas kontraktor.

“Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus, memastikan setiap kendaraan proyek telah dibersihkan sebelum meninggalkan area pekerjaan.

“Kami semprot pagi, siang, sama menjelang magrib, Pak,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, material tanah masih terlihat berserakan di sejumlah titik badan jalan. Meski kontraktor mengaku telah melakukan penyemprotan air secara berkala mulai dari pintu masuk proyek hingga kawasan Museum Pajajaran atau Bale Ageung, kondisi jalan dinilai belum sepenuhnya bersih.

Selain itu, penyemprotan air membuat sebagian permukaan jalan menjadi basah dan licin. Sisa material tanah yang masih tertinggal juga berpotensi meningkatkan risiko kendaraan tergelincir, terutama bagi pengendara roda dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *