PARUNGPANJANG – Kapolres Bogor AKBP AM Dicky melakukan audiensi bersama para sopir truk tambang yang melakukan pemblokiran jalan di perbatasan Tangerang dan Bogor. Pasalnya, aksi yang dilakukan para sopir truk tersebut berdampak macet sehingga pengiriman logistik ke wilayah Kecamatan Parungpanjang tertutup.
Kapolres Bogor, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang untuk membuka jalan dulu.
“Dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor sudah meminta dibuka, namun tidak mau dibuka. Sebenarnya juga truk-truk ini bukan berpelat nomornya F (Bogor), kebanyakan pelat nomornya B Tangerang dan DKI Jakarta, “ujarnya.
Dicky mengatakan, aksi blokir jalan membuat distribusi barang material batu, pasir untuk kepentingan pembangunan di Jakarta terhambat.
“Kasihan masyarakat di wilayah Kecamatan Parungpanjang. Kalau ada yang sakit dan hendak melahirkan, termasuk pengiriman sembako dan minyak BBM juga terganggu. Karena di wilayah Barat, Cigudeg ketutup jadi logistiknya semua tertutup, “paparnya.
Dicky juga menambahkan, wacana pelaksanaan jalur khusus tambang yang rencananya tahun depan sudah dalam tahap pelaksanaan.
Pantauan bogoronline.com, pembukaan jam operasional bagi truk pengangkut hasil tambang seperti, pasir, batu, tersebut di perkirakan bisa melintasi di wilayah Kabupaten Tangerang sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan kondisi lalulintas di jalan raya Sudamanik-Parungpanjang masih macet total tertutup truk tronton di badan jalan. (MUL)





