Pengabdian Paripurna, Nurhayanti Kembali ke Majlis

BOGOR – Nurhayanti akan melaporkan masa jabatan sebagai Bupati Bogor pada 30 Desember mendatang. Wanita pertama yang menjadi Bupati Bogor tersebut, mengaku sangat terbantu oleh Pers dalam menjalani tugas-tugasnya. Bukan hanya lima tahun, tetapi 42 tahun sejak ia mengabdi sebagai birokrat.

“Saya 37 menjadi birokrat dan lima tahun menduduki jabatan politik, itu bukan sesuatu yang mudah. Sepanjang itu, saya banyak sekali mendapat masukan dari wartawan. Banyak sekali pesan SMS atau WA yang masuk, memang tidak semua saya jawab, juga sebagian saya tindaklanjuti ke kepala dinas. Ada yang memang sudah dijalankan ada juga memang yang belum, ”ujar, Nurhayanti, saat ramah tamah dengan anggota yang tergabung dalam Kelompok Wartawan Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati, Kamis (20/12).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Bupati berusaha mengenang perjalanan karirnya. Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor ini, tidak pernah bermimpi menjadi Bupati Bogor. Nurhayanti mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman karena kondisi yang mengharuskan seperti itu. Sebaliknya, kata dia, jajaran ASN kompak mendukung dirinya.

“Semuanya tugas ini tidak mudah. Selain saya seorang diri. Bergulir, pak Sekda dan jajarannya mendukung saya, ”katanya. Karena itu, setiap kali mendapat penghargaan atas prestasinya, Nurhayanti selalu mengatakan, hal itu tidak lepas dari kerja jajaran Pemerintah Daerah.
Selesai menjankan tugas sebagai Bupati, dia akan kembali ke Majlis Ta’lim. Nurhayanti mengatakan, dia sudah mengatur majlis ta’lim An-Nur, yang berarti cahaya. Ia akan majlis ini akan menjadi jalan sehat menuju ma’rifat. “Selain itu saya akan menjadi MC,” katanya. “Momong Cucu,” seloroh Nurhayanti, saat salah satu wahyu bertanya akan menjadi MC apa.
Ketua Kelompok Wartawan DPRD Kabupaten Bogor, Saeful Ramadhan mengatakan, selama menjadi birokrat dan Bupati Bogor, Nurhayanti merupakan sosok yang terbuka kepada wartawan. Karena itu, setiap wartawan, kata Saeful, memiliki kesan yang cukup dalam terhadap sosok Nurhayanti. “Bagi kami Bu Nurhayanti tetap menjadi Bupati Bogor. Bu Ade Munawaroh itu penggantinya, ”canda Saeful.

Dalam kesempatan itu, Pokwan DPRD Kabupaten Bogor memberikan satu bingkai foto mozaik yang merekam kegiatan Nurhayanti selama menjadi Bupati Bogor. Saeful berharap, kenang-kenangan itu menjadi wasilah penyambung silaturahmi.

“Interaksi Pers dan Bupati membuang profesionalitas. Tapi, silaturahmi sebagai manusia, sebagai anak dan pernikahan harus terus kita jaga, ”katanya.

Ketua Dewan Pembina Pokwan DPRD Kabupaten Bogor, Aldi Supriyadi menambahkan, momen pertemuan ini sebagai ajang saling mengapresiasi dan meminta maaf. Menurut Aldi, sebagai jurnalis kadang juga mengkritik terlalu tajam dan membuat bupati tersinggung. “Kami berharap kita bisa terus menjalin silaturahmi,” tandasnya (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *