PROYEK REHAB PASAR PARUNGPANJANG HARUS UTAMAKAN DRAINASE DAN PENANGANAN SAMPAH

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Proyek rehab pasar rakyat Parungpanjang, sistem drainase di area pasar harus ditingkatkan untuk menghindari banjir yang akan menyebabkan kerusakan serius pada rumah, toko dan infrastruktur. Pemerintah harus meninjau dan mengevaluasi sistem drainase yang ada sehingga bisa ditingkatkan.

Selain itu, pemerintah juga harus memikirkan penanganan sampah yang setiap hari menghasilkan puluhan kubik dan tercecer di are pasar. Pasalnya, permasalah yang dialami warga sekitar pasar Parungpanjang, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang selama ini adalah persoalan banjir, yang di sebabkan buruknya drainase akibat tertutup sampah.

“Pembangunan proyek Pasar Parungpanjang harus utamakan drainase dan penanganan sampah. Jadi warga inginkan pasar yang bersih, pasar yang nyaman. Kalau tidak di tambah saya tidak yakin ini akan beres, “Ujar Cecep (46) Warga saat menghadiri sosialisa proyek pembangunan pasar Parungpanjang di kantor Desa Parungpanjang, Selasa (7/1/2019).

Kepala Desa Parungpanjang Nina Kurniasih mengatakan, kegiatan sosialisasi rehab pasar Parungpanjang ini melibatkan warga sekitar pasar, meminta kepada pihak PD Pasar atau pengembang untuk mengutamakan drainase yang selam ini tertutup sampah dan berdampak banjir yang di rasakan warga sekitar.

“Kalau drainasenya tidak di benahi, ini akan seperti yang dulu-dulu lagi, adanya perbaikan rehab pasar ini bisa lebih baik dan di rasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Di kesempatan yang sama Angota DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunandhi Wibawa mengatakan, pasar yang rapih, bersih yang didambakan oleh masyarakat.

“Saya mewanti-wanti kesemuapihak seperti, PD Pasar, pihak yang mengerjakan pekerjaan dan masyarakat harus mendukung menghindari hal-hal yang tidak di inginkan yang dapat menghambat pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Egi, drainase juga harus menjadi perhatian, bagaimana pembuangan akhirnya dan penanganan sampah juga harus menjadi perhatian.

“Jangan seperti sekarang, pasarnya sempit pampahnya dimana-mana dan penanganannya harus konprensif penangannya,” tambahnya.

Sementara itu General Contraktor PT Cipta Bayu Utama Edi Suryadi mengatakan, saat ini kita mengacu pada proses ijin lingkungan, dalam ijin lingkungan ini kami mendapatkan persetujuan warga. Namun saat ini kita belum mendapatkan persetujuan untuk gambar utama.

“Kalau penampungan sementara kita sudah rencakan lokasinya yaitu, di belakang Polsek Parungpanjang, lama pembangunan 2 bulan,” paparnya.

Edi menambahkan, kalau untuk drainase masih kita kaji sampai hari ini dengan pihak PUPR dan PD Pasar masih memikirkan.

“Karena itu ada lingkungan dan memungkinkan tidak di bawah jalan raya dengan panjang 160 meter ini melewati lingkungan warga, drainase harus buat tersendiri bukan yang lama,” pungkasnya. (MUL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *