by

Salurkan 2.500 bantuan sosial untuk Kiayi Ustadz dan Penceramah

BOGORONLINE.com, Bogor tengah – Melalui Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), PKB Kota Bogor salurkan 2.500 bantuan sosial untuk kiayi, ustadz dan penceramah. Ketua DPC PKB Kota Bogor, Heri Firdaus, mengatakan bantuan ini sengaja di inisiasi oleh pihaknya sebab banyak ustadz dan guru ngaji dalam pemberlakuan PSBB ini tidak dapat atau tidak termasuk dalam DTKS atau non DTKS yang menerima bantuan. “Setelah kami cek banyak dari para kiayi dan guru ngaji tidak mendapat bantuan, jadi kami yang bergerak,” kata Heri Firdaus seusai memberikan simbolis di kantor NU Kota Bogor, Selasa 12 Mei 2020.

Heri mengatakan selama Pandemi Covid-19 ini, bukan hanyak warga masyarakat yang bekerja dibidang formal saja yang terdampak. Tapi warga masyarakat lainnya baik santri atau guru ngaji dan khususnya para kiayi baik muda atau sepuh, pun menjadi bagian terdampak. Sehingga Heri berharap dengan apa yang dilakukannya, bisa diteruskan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk kembali mendata dan memasukan para guru ngaji sebagai penerima bantuan sosial.

“Termasuk di dalamnya imam masjid dan marbotnya, mereka pun seharusnya punya hak untuk dibantu,” ucap Heri.

Untuk pendistribusian bantuan sosialnya, Heri mengatakan bekerja sama dengan PCNU Kota Bogor untuk menyalurkan. Seba, menurut Heri, PCNU sebagai wadah atau organisasi keislaman memiliki data secara menyeluruh by name by adress para kiayi dan guru ngaji. Heri mengklaim bantuan sosial tersebut dikirim langsung Dewan Pimpinan Pusat Partainya, dengan total keselurahan 2.500 paket. “Tapi untuk saat ini baru turun seribu dengan tiga mobil truck bantuan,” kata Heri.

Heri mengatakan selain bantuan sosial sebab pemberlakuan PSBB, seharusnya Pemerintah Kota Bogor pun fokus dan maksimal dalam membantu kebutuhan para kiayi, guru ngaji dan imam masjid diluar PSBB. Sebab dikatakan Heri, saat ini para kiayi hanya menerima bantuan Rp.100 ribu dan dicairkan per-6 bulan sekali.

“Mereka kan punya tugas mulia, mendidik generasi tentang agam. Harusnya jadi prioritas,” tutup Heri. (*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *