Pemkot Bogor Perketat Protokol Kesehatan Di Empat Tempat Ini

Headline, Kota Bogor1.2K views

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Tak ingin kembali terjadi lonjakan kasus kasus virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kota Bogor melakukan sejumlah langkah strategis di wilayahnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Kota Bogor sempat mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 dengan penambahan 16 orang dalam satu hari pada 9 Juni 2020. Sementara hingga hari ini secara akumulatif berjumlah 163 kasus positif Covid-19.

“Per hari ini ada 163 kasus positif. Angka pasien sembuh semakin membaik, sementara meninggal tidak terlalu tinggi lonjakannya 15 orang tanggal 1 Juni dan bertambah 2 orang pada 18 Juni,” kata Bima kepada sejumlah awak media di Balai Kota Bogor, Jumat (19/6/2020) sore.

Bima menjelaskan, berdasarkan kelompok usia, pasien Covid-19 terbanyak pada usia 50-59 tahun ada 44 orang, dan 37 orang terjadi pada usia 40-49 tahun. Sementara berdasarkan gender dari jumlah kematian pasien akibat Covid-19, laki-laki 13 orang dan perempuan 4 orang.

“Jadi usia rawan terserang Covid-19 dari 40 sampai 60 tahun. Dan laki-laki lebih rawan terkena Covid-19 dibanding perempuan,” kata Bima.

Ia melanjutkan, dari hasil pendalaman lonjakan kasus positif terjadi beberapa waktu lalu itu sumber penularan tertinggi 53,84 persen atau 28 kasus berasal dari fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, laboratorium dan apotek yang tidak maksimal menetapkan protokol kesehatan

“Setelah kita telusuri, tim Dinas Kesehatan bersama provinsi mememukan banyak fakta tidak ditaatinya protokol kesehatan di tempat-tempat tersebut, misalnya jalur pasien yang belum dipisah, pengolahan limbah medis, pemisahan toilet dan sebagainya. Jadi, banyak temuan yang mengindikasikan protokol kesehatan yang tidak maksimal diterapkan,” bebernya.

Sumber penularan kedua, dikatakan Bima, luar Kota Bogor atau luar negeri 19,23 persen atau 10 kasus. Selanjutnya atau ketiga adalah kantor pemerintahan 13,46 persen atau 7 kasus. “Terakhir atau keempat, pertokoan, pusat perbelanjaan dan pasar. Seperti kemarin sama-sama kita diketahui di toko bahan bangunan,” imbuhnya.

Untuk itu, Bima menegaskan, pihaknya akan mengawasi ketat protokol kesehatan di semua tempat tersebut. Selain itu, Pemkot Bogor juga melakukan tiga langkah strategis untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus positif Covid-19.

“Pertama, penguatan mitigasi infeksi dengan sistem lacak dan sistem pantau. Kami melakukan penguatan pasukan di lapangan yang sebut detektif Covid-19 atau deteksi aktif Covid-19. Ditektif Covid-19 ini ada 2 unit, yaitu unit pelacak dan unit pamantau,” ujarnya.

Unit pelacak bertugas melacak orang-orang yang terindentifikasi positif Covid-19 yang kemudian menindaklanjuti status orang dalam pemantauan (ODP). Unit pelacak terdiri dari tim aparatur wilayah tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Seluruhnya (unit pelacak) ada 370 orang, tingkat kecamatan dan kelurahan masing-masing jumlahnya lima orang. Tim ini juga ada Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perwakilan dari Puskesmas,” kata Bima.

Untuk unit pemantau tugasnya adalah memastikan agar ODP berada di tempat isolasi selama 14 hari. Tim ini berjumlah 822 orang yang tersebar di semua Kota Bogor. “Ini kita rekrut untuk menguatkan tim yang ada di puskesmas ditambah satu kader di RW Siaga. Jadi ada 822 orang.”

Langkah kedua yang dilakukan dengan fokus meningkatkan pemeriksaan swab disamping rapid test atau tes cepat. Sejauh ini, kata Bima, Kota Bogor telah melaksanakan 3.596 tes swab dengan menunjukkan hasil terkonfirmasi positif 162 orang.

“Kita ingin paling tidak bisa mendekati standar dari WHO, yakni 8.500 swab test dengan menimbang jumlah penduduk Kota Bogor satu juta jiwa. Karena itu kita memerlukan 5.000 tes swab lagi dan ini akan dikejar dalam satu bulan kedepan. Penambahan kapasitas untuk swab test kita alokasikan dari anggaran Covid-19 atau BTT yang sudah ada,” paparnya.

Bima menandaskan, langkah ketiga mengkampanyekan protokol kesehatan, yakni penggunaan masker, menjaga jarak dan cuci tangan. Berkaitan ini, ia meminta jajarannya melakukan secara masif.

“Saya minta seluruh OPD, kepala dinas dan camat setiap hari melakukan kegiatan sidak masker, dan membagikan masker kepada warga. Sesuai tagline, hastag kita, disiplin kita, vaksin kita,” tutupnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *