BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Di tengah pandemi Covid-19, urban farming atau bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan terbatas menjadi lahan produktif kian diminati banyak warga Kota Bogor.
Seperti dilakukan warga Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor yang memanfaatkan tembok rumah yang berlokasi di Gang Mualim RT01 RW04 untuk dijadikan kebun sayur.
Pada masa tanam untuk pertama kalinya itu, kebun sayur dengan sistem vertikal garden tersebut ditanami berbagai benih sayur sayuran, seperti kangkung, bayam, sawi dan pakcoy.
Lurah Pabaton, Andry Sinar mengatakan, pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada bidang kesehatan tapi juga ekonomi warga. Urban farming ini dipilih sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan di wilayahnya.
“Saat pandemi Covid-19 bagaimana pun berdampak juga pada perekonomian turun. Kita mencoba memberdayakan masyarakat agar ada tambahan penghasilan di luar usaha yang sudah ada dari pekerjaan mereka, salah satunya dengan urban farming,” kata Andry di ruang kerjanya, Senin (20/7/2020).
Sejauh ini, lanjut Andry, dari 5 RW yang terdapat di Kelurahan Pabaton, ada dua RW, yakni RW03 dan RW04 yang telah menerapkan konsep urban farming. Warga rata-rata menanam sayur sayuran yang memiliki masa panen singkat.
“Yang terbaru di RT01 RW04, kita manfaatkan tembok rumah warga sepanjang kurang lebih 15 meter untuk ditanami sawi, pakcoy, bayam dan kangkung. Jenis tanaman ini dipilih karena sekitar 17 hari sudah bisa panen,” paparnya.
Ia menambahkan, pengelolaan kebun sayur ini sepenuhnya dilakukan oleh warga baik pemeliharaan hingga hasilnya. Sedangkan media tanam, benih termasuk pupuk organik didapat atas kerjasama antara pihaknya dengan warga.
“Untuk media tanam, kompos dan benihnya kemarin kita hasil gabungan dari warga bersama kelurahan. Yang penting kita coba dulu sebagai contoh nanti warga yang lain bisa mengikutinya,” ungkapnya.
Memang diakui olehnya, sejauh ini hasil dari kebun sayur masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, belum sampai menjangkau untuk pasar.
“Iya, selama ini hasil panennya dibagikan untuk kebutuhan warga, jadi untuk komersil sementara ini belum,” ungkapnya. (Hrs)





