by

Kejaksaan Tetapkan Enam Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana BOS SD di Kota Bogor

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan enam tersangka baru kasus dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor Tahun Anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Keenam tersangka merupakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di enam kecamatan Kota Bogor. Sebelumnya insitusi berjuluk Korps Adhyaksa itu telah lebih dulu menetapkan JRR yang merupakan kontraktor penyedia sebagai tersangka pada Senin (13/7/2020).

“Kemarin kita sudah menetapkan satu tersangka dari kontraktor penyedia. Dan hari kita lakukan penahanan terhadap enam ketua K3S berinisial DNI, MB, S, G, D dan B,” kata Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisna didampingi Kasi Pidsus, Rade Satya Parsaoran dan Kasi Intelijen, Cakra Yhuda, Kamis (23/7/2020) sore.

Dari hasil penyidikan, kata Bambang, keenam tersangka ini yang berkomunikasi aktif melalui telpon genggam dengan kontraktor penyedia pengadaan soal ujian tengah semester, ujian akhir semester, try out, ujian kenaikan kelas dan ujian sekolah pada SD se-Kota Bogor selama tiga tahun.

“Kerjasamanya di situ, antara K3S dengan penyedia pengadaan soal tersebut, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara,” ungkap Bambang.

Dalam kasus ini negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp17,1 miliar. Seharusnya, ujar Bambang, pengelolaan dana BOS untuk kegiatan-kegiatan tersebut dikelola oleh komite sekolah dan dewan guru.

“Tapi ini dikelola oleh K3S. Seharusnya yang mengelola komite sekolah dan dewan guru,” ujarnya.

Bambang mengatakan, dari enam tersangka, satu di antaranya telah mengembalikan uang senilai Rp75 juta. Disamping itu, pihaknya mengaku telah menyita barang bukti berupa satu unit mobil dan sejumlah dokumen berkaitan dengan perkara ini.

“K3S ini ada yang masih aktif dan ada yang sudah pensiun (ASN),” jelas Bambang.

Saat ditanya akan ada tersangka lain, Bambang menegaskan, pihaknya akan melihat dulu bukti perkembangan dari kasus ini apakah ada keterlibatan dari pihak lainnya.

“Yang jelas kita hari ini langsung bergerak untuk kegiatan selanjutnya mengejar asetnya,” imbuhnya.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, keenam ketua K3S itu langsung digelandang oleh petugas kejaksaan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor menjadi tahanan titipan selama 20 hari kedepan.

Terhadap para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 dan Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed