Berkunjung ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Era New Normal

perpusta

Reporter: Anne Anisa

Dampak dari pandemi COVID-19 membuat sebagian mahasiswa pulang ke daerah asalnya dan belajar dari rumah. Salah satunya adalah saya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1 di salah satu universitas negeri di Solo dan harus belajar dari rumah. Kendati tak bisa mengakses langsung perpustakaan kampus sendiri, saya masih bisa mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Berdomisili di Bekasi membuat saya mempunyai akses yang mudah untuk sampai ke sana.

Perpustakaan Nasional RI berada di Jalan Merdeka Selatan No.11, Jakarta. Di sini, para pengunjung bisa membaca dan meminjam koleksi buku yang ada. Meskilayanan sempat ditutup saat adanya pandemi COVID-19, kini Perpustakaan Nasional RI kembali dibuka dengan menjalankan protokol kesehatan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

Protokol kesehatan dimulai di halaman depan Perpustakaan Nasional RI. Beberapa petugas memandu pengunjung yang datang untuk memarkirkan sementara kendaraannya di halaman depan Perpustakaan Nasional RI. Kemudian, para pengunjung diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun di wastafel yang telah disediakan. Untuk mengeringkan tangan, pengunjung bisa menggunakan tisu yang telah tersedia di dekat wastafel.

Setelah mencuci tangan, pengunjung diarahkan masuk ke dalam bilik disinfektan selama lima detik. Di dalam bilik ini, tubuh pengunjung disemprotkan cairan disinfektan tanpa membuat pengunjung basah kuyup tentunya. Setelah keluar dari bilik ini, dilakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung.

Pada masa new normalPerpustakaan Nasional RI menerapkan pembatasan jumlah pengunjung. Para pengunjung diminta untuk mendaftarkan diri (check-in) dengan QR-code yang telah diunduh di laman kunjungan.perpusnas.go.id terlebih dahulu. QR-code berlaku untuk satu pengunjungdan hanya berlaku di tanggal yang sama. Pengunjung bisa screenshotQR-code untuk mempermudah akses layanan berikutnya.

Protokol kesehatan tidak hanya diterapkan di halaman perpustakaan Nasional RI saja, tetapi di dalam gedung pun juga. Pengunjung diminta untuk menjaga jarak dengan adanya rambu-rambuphysical distancingyang disediakan petugas. Misalnya, penggunaan tanda X di tempat duduk yang disediakan di dalam gedung Perpusnas. Selain itu, penggunaan lift juga terbatas hanya boleh diisi oleh lima orang saja.

Masuk ke ruang koleksi di lantai 22, pengunjung yang hendak masuk harus kembali menscan QR-code. Begitu pula dengan pengunjung yang hendak keluar di lantai 21. Maka dari itu, QR-code tidak boleh hilang. Jumlah pengunjung yang ada di kedua lantai tersebut dipantau melalui sebuah layar monitor. Jika jumlah pengunjung yang ada di ruang tersebut sudah mencapai batas maksimal, maka calon pengunjung lain diminta untuk menunggu.

Di setiap pintu-pintu lift setiap lantai terdapathandsanitizer dan tisu yang telah disediakan oleh Perpustakaan Nasional RI. Pengunjung bisa menggunakannya untuk menjaga kebersihan tangan selama berada di Perpusnas.

Saat akan meninggalkan gedung Perpustakaan Nasional RI, pengunjung wajib check-out di pintu keluar Perpustakaan Nasional RI. QR-code kembali discan pada langkah ini.

Perpustakaan Nasional RI mewajibkan seluruh pengunjung menggunakan masker selama berada di area Perpustakaan Nasional RI. Jika Anda berniat membaca di sana lebih lama, sediakan juga masker pengganti. Membawa alat makan dan alat ibadah sendiri juga lebih baik.

Itu lah pengalaman berkunjung ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di era new normal. Jika Anda ingin berkunjung ke sana, patuhi seluruh protokol kesehatan yang ada ya. Selamat membaca, guys.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *