by

Di November, PAD Kota Bogor Tembus 102 Persen

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor tahun 2020 melampaui target yang dipatok setelah refocusing dampak pandemi Covid-19. Hingga akhir November, realisasi PAD mencapai 102 persen atau Rp756,3 miliar dari target Rp741,5 miliar.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan, hingga 30 November, catatan PAD Kota Bogor dari berbagai pos sudah baik lantaran lebih 100 persen dari target.

Pada pos pendapatan pajak daerah tercatat 102 persen atau Rp452 miliar dari target Rp440 miliar. Sementara pos lain-lain pendapatan asli daerah yang sah mencapai 104 persen atau Rp242,7 miliar dari target Rp231 miliar.

Adapun pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat 95 persen atau Rp31,7 miliar dari target Rp33,5 miliar. Sedangkan pos hasil retribusi daerah di posisi 80 persen atau Rp29,6 miliar dari target Rp36,6 miliar.

“Itu per akhir November, kalau sekarang sudah berubah lagi,” imbuh Lia, baru-baru ini.

Lia mengemukakan, bahwa target pajak daerah untuk tahun depan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan 2020. Angkanya terbilang hampir sama dengan target tiga tahun lalu atau pada 2019.

Bapenda sendiri optimis dengan target pajak daerah yang diusulkan Rp651 miliar bisa tercapai di 2021.

“Harapan kami, kabar vaksinasi awal tahun yang tentunya Covid-19 dapat dikendalikan, dan secara ekonomi geliatnya sudah terlihat, bisa tercapai atas target yang sudah dicanangkan untuk 2021,” ucapnya.

Namun, jika pandemi Covid-19 masih terjadi di tahun depan, kata dia, tentu perlu dilakukan evaluasi kembali saat proses APBD Perubahan 2021.

“Kami berharap berbagai skenario upaya pemulihan ekonomi hingga vaksin, itu membantu. Yang pasti masyarakat juga jangan cuek terhadap Covid-19, agar pendapatan sejalan dengan kesehatan,” papar Lia.

Saat ini, pihaknya juga tengah menggenjot PAD dari retribusi daerah yang capaiannya masih 80 persen.

“Ya, (realisasi 80 persen) itu karena dampak Covid-19. Banyak perizinan tertunda, IMB dan lainnya,” tukasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *