Direksi PPJ Turun Langsung Pantau Pasokan Bahan Pokok di Pasar Tradisional

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Direksi Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor turun langsung memantau pasokan bahan pokok di pasar tradisional yang dikelolanya. Di antaranya Pasar Bogor, Gunung Batu, Warung Jambu, Sukasari dan Merdeka.

Kegiatan yang dipimpin oleh Direktur Operasional Perumda PPJ, Danny Ari Wibowo beserta jajaran dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok pada Natal dan menjelang Tahun Baru.

Kabag Humas Perumda PPJ, Iwan Arif Budiman menyampaikan, dari hasil kegiatan beberapa waktu lalu itu memang ada beberapa komoditi sayuran dan ternak yang mengalami kenaikan harga.

“Hasil pantauan menjelang Natal dan Tahun Baru, terdapat beberapa komoditi yang trend-nya mengalami kenaikan dari beberapa waktu yang lalu, seperti cabai, tomat telur dan daging ayam broiler,” kata Iwan, Selasa (29/12/2020).

Sementara, lanjut dia, dari hasil koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Disperindag Provinsi, DKPP, pedagang pasar dan lainnya secara garis besar informasi yang diperoleh kenaikan itu disebabkan beberapa faktor. Seperti komoditi cabai dikarenakan faktor cuaca dan berakhirnya masa panen.

“Cabai kurangnya pasokan disebabkan kondisi cuaca (cuaca buruk dan adanya penomena la nina) dan berakhirnya masa panen, sehingga menyebabkan beberapa sentra produksi terdampak. Informasi yang diperoleh harga cabai di tingkat petani saat ini antara Rp32 sampai 35 ribu per kilogram,” tutur Iwan.

Untuk tomat sendiri, lanjut Iwan, kenaikan disebabkan beberapa waktu yang lalu harga di tingkat petani anjlok. Dengan begitu, petani menahan untuk tanam, sehingga saat ini menyebabkan kurangnya pasokan dan harga menjadi naik.

Mantan Kepal Unit Pasar Kebon Kembang itu menambahkan, pada telur ayam boiler disebabkan adanya peremajaan ayam petelur atau diapkirnya ayam petelur yang sudah tua ke pasaran dimana saat ini harga daging ayam sedang naik.

“Dengan adanya peremajaan membutuhkan waktu untuk memenuhi kapasitas produksi, sehingga saat ini produksi telur terganggu, diperoleh informasi harga di tingkat peternak Rp23 ribuan per kilogramnya,” ujarnya.

Sedangkan menaiknya harga daging ayam boiler, kata Iwan, adanya kenaikan harga di tingkat petani yang disebabkan kenaikan harga pada pakan. Namun, ia memastikan untuk ketersediaan kebutuhan bahan pokok sejauh ini relatif stabil di pasar tradisional. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *