by

Instrumental Cakrawala Hati

-Opini-21,198 views

Oleh : Kurniawan Nata Dipura

Di tengah hiruk pikuk, problema, kesulitan, kesunyian dan kesendirian kita sesungguhnya kita tidak boleh lepas dari apa yang menjadi tujuan hidup. Apapun masalah yang kita hadapi saat ini dan apapun harapan serta impian anda maka sesungguhnya di balik itu semua adalah ada sebuah tujuan yang lebih besar yang sedang kita tuju bahkan kita perjuangkan untuk melangkah menuju ke sana yaitu menuju kepada Allah SWT.

Maka, kadang-kadang kita mengalami dua kehidupan secara bersamaan. Ada rasa sunyi dan ada rasa ramai, ada begitu ramai di dalam dunia jiwa kita dan ada begitu sunyi dalam alam fisik kita. Kedua hal itu akan selalu ada, nyata, hadir dalam kehidupan kita.

Dengan demikian dalam islam ada wilayah yang di sebut wilayah syariah (alam pikiran) dan alam pikiran itu akan selalu ramai karena wilayah alam pikiran akan merenung, menjenguk dan memasuki detail-detail rahasia ilmu pengetahuan serta kemana akhir seluruh perjalanan dari ilmu pengetahuan ini dan itu wilayah syariah kita.

Tapi, wilayah hakikat kita adalah illahiyah yang Allah menuntun kita membukakan pintu pintu-Nya agar kita terus menerus bersama-Nya. Dan dalam kondisi apakah alam pikiran kita sedang travelling menjenguk, mencerdaskan dan merenungkan seluruh proses-proses kehidupan ini sampai pada satu tujuan itu. Menuju Allah SWT.

Dari itu, kita coba praktekkan dalam aktifitas kita sehari-hari ketika anda shalat semestinya hati itu sunyi dengan Allah. Alam pikiran boleh merenung makna shalat dan kemudian pengetahuan rahasia di balik shalat. Tetapi, hati Kita harus tetap sendiri Dengan-Nya atau sebaliknya, Anda sedang ada di tengah-tengah hiruk pikuk kehidupan massa dengan segala profesi. Semua carut-marut yang ada di alam fikiran Kita, dan dal situasi ini, kita belajar menempatkan hati tetap sunyi bersama-Nya.

Sebab, dunia modern sedang mengalami depresi akibat seluruh keramaian yang ada di alam fikiran dimasukkan ke dalam hati. Sehingga hati tidak ada ruang untuk bersama-Nya dan beserta-Nya. Begitu juga sebaliknya, orang yang begitu emosional lari kepada Allah lalu menganggap alam ini sampah berisi kotoran. Dirinya membisik, “kalau begitu aku tinggalkan saja dunia ini dan aku ingin bersunyi total dengan Allah”. Sesungguhnya, hal seperti itu adalah nafsu yang Allah tidak menginginkan seperti itu.

Jadi begini, ketika saat kita sunyi sendiri sedang dzikr dan khalwat maka ramaikanlah cakrawala hati dengan dzikrullah, karena dzikrullah itu bukan hanya monolog bisa seperti sebuah konser Asma dan Sifat Allah yang semua bisa berbunyi seperti irama yang luar biasa.

Ramai hati kita bersama-Nya dengan seluruh keindahan dan kebesaran-Nya sekaligus keparipurnaan-Nya. Begitu juga di tengah problema kehidupan, dan pandangan kita tentang alam semesta jangan pernah melepaskan bahwa di balik semua itu ada hatimu yang sunyi dengan-Nya. Maka, semua itu tidak akan mempengaruhi dirimu untuk menapaki jalan kehidupan ke masa depan yang sesungguhnya..

Wallahu A’lam

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed