by

MUI Kota Bogor Wisuda Kader PKU Angkatan Ke 2

BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Majelis ulama indonesia (MUI) Kota Bogor melaksanakan wisuda pendidikan kader ulama (PKU) angkatan 2 dan pendidikan dai sebaya angkatan 1 dengan mengusung tema peran ulama dalam pemberdayaan umat di gedung PPIB Kota Bogor, Rabu (20/12/20).

Ketua program PKU Mahfud Hidayat mengatakan sebagai bagian bangsa MUI terpanggil untuk berkontribusi terhadap bangsa, memiliki tujuan memajukan bangsa salah satunya dengan PKU dan PDS. Karena menurutnya, MUI mengemban tugas sebagai mitra pemerintah, memberikan masukan masukan penting untuk kemaslahatan bersama dan MUI sebagai pelayan umat yang senantiasa memelihara dan melindungi ummat terhadap hal hal yang dilarang agama, dan MUI sebagai pemelihara umat.

“Maka dgn PKU dan pda diharapkan tongkat estafet dakwah baik tingkat kelurahan hingga kota bisa berlanjut. Untuk jumlah wisudawan pada PDS angkatan ke 2 ada 32 orang, PKU angkatan 2 sebanyak 21 orang,” kata Mahfud.

Dirinya juga mengungkapkan, program PDS hanya ada di Kota Bogor dan ini menjadi terobosan terhadap dakwah di kalangan masyarakat khususnya terhadap sesama teman.

“Mulai tahun ini, mui kota bogor membuka PKU dimulai pada februari 2021. Dgn hadirnya PKU menjadi tangga dakwah dan mereka siap bisa menjadi penerus MUI kedepannya,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua MUI Kota Bogor Muhamad Mustofa menegaskan, program ini berjalan dengan luar biasa karena dimotori penggerak PKU.

“Kita hidup di zaman penuh tantangan, berkembang dengan sangat pesat, maka harus disiapkan penerus ulama kita,” kata Mustofa.

Dirinya menambahkan tantangan saat ini adalah adanya Disrupsi, misalnya dibidang media teknologi dan media sosial, ini tantangan bagi peserta PKU maupun PDS. Maka, setiap kader diminta Kenalilah diri anda dengan ilmu ilmu yang bermanfaat.

“Dan ilmu bermanfaat memiliki 3 kriteria dasar, pertama, ilmu tersimpan dengan baik didada kita, teramalkan lewat tubuh kita, kedua, si pemilik ilmu memiliki kemampuan bisa membedakan mana yang hak dan bathil, jangan disebut ulama kalau belum bisa bedakan mana yang hoax mana yang nyata. Ketiga, ilmu yang menghantarkan kita pada marifat. Percuma segudang ilmu kalau tidak bisa marifat. Saya doakan para kader ini menjadi ulama yang amanah billah,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, rasa bangga terhadap kegiatan PKU karena para kader ini sudah didik sedemikian rupa dengan berbagai bidang keilmuan terutama keagamaan dan ini akan jadi kader pengganti.

“Kita harus tetap mengedepankan NKRI sebagai landasan ummat islam, lambat laun islam bisa menguasai dunia tapi dengan sikap kesantunan ummat islam sendiri bukan dengan cara cara radikalisme. Islam itu rahmatan lil alamin,” pungkas Dedie. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *