by

Penyusunan Instrumen Monev Program Kewirausahaan Sosial Tahun 2020

BOGORONLINE.com – Kementerian Sosial terus meningkatkan dan mengembangkan Program Kewirausahaan Sosial bagi pelaksana dan penerima manfaat secara efektif dan efisien.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto hadir memberikan arahan pada kegiatan penyusunan Instrumen Monev Program Kewirausahaan Sosial Tahun 2020 di Hotel Mirah Bogor.

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial menyampaikan mengenai Social Entrepreneurship. Social Entrepreneurship merupakan kombinasi antara bisnis dan isu sosial, serta ide-ide inovasi untuk perubahan sosial dengan menerapkan strategi bisnis.

“Kita bisa menyelesaikan masalah sosial dengan pemberian stimulan modal melalui BSIMU (Bantuan Sosial Insentif Modal Usaha) dan pendampingan usaha oleh inkubator dengan mentoring dan strategi bisnis. Pendekatan bisnis ditujukan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam mencegah dan mengatasi resiko sosial ataupun mengatasi masalah sosial,” ucap Edi Suharto, Jumat (11/12/2020) dalam keterangannya.

“Pendekatan bisnis itulah yang dilakukan mitra Kemensos, Oorange, Bina Swadaya, Agape, Polines. Pendekatan bisnis untuk menolong orang miskin agar tidak terus berada dalam kemiskinannya, ” lanjut Edi Suharto.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menghasilkan instrumen monitoring dan evaluasi sebagai panduan bagi pelaksana Program Kewirausahaan Sosial, serta mengembangkan Program Kewirausahaan Sosial kedepannya.

Penyusunan Instrumen Monev Program Kewirausahaan Sosial Tahun 2020 dilaksanakan selama 3 hari dimulai 10 sampai 12 Desember 2020. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang yang berasal dari unsur inkubator, mentor usaha, dan praktisi.

Hadir dalam kegiatan Kasubdit LPPK, Kepala Seksi LPK, Tenaga Teknis Dit PSPKKM, Kabag PP Setditjen Dayasos, dan mitra Kementerian Sosial, PIB Oorange Unpad, PIB Polines, PT ZFN Agape Indonesia, PT. Bina Swadaya Mandiri. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *