by

Dai Muda Sindir Pemkab Bogor Antisipasi Dua Hal Ini Jika Musim Hujan Tiba di Parungpanjang

BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG – Datangnya musim hujan selama sepekan terahir ini telah mengguyur wilayah Kecamatan Parungpanjang dan sekitarnya. Hal itu membuat Dai muda asal Desa Kabasiran Ahmad Suaidi gelisah karena dua persoalan yang harus segera ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Ia menilai, maraknya pembangunan Perumahan di wilayah Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, tentunya Pemkab Bogor harus segera melakukan berbagai tindakan antisipasi penanganan sampah dan banjir yang bisa muncul tiba-tiba.

“Perhatian Pemkab Bogor terhadap persoalan banjir dan sampah, harus segera diantisipasi sebagai upaya pencegahan saat musim hujan tiba, ” ungkap Ahmad Suaidi Dai Muda asal Kecamatan Parungpanjang, dalam keterangan tertulisnya kepada bogoronoine.com, Jumat (5/2/2021).

Didi mengatakan, para pejabat dan pemangku kebijakan, baik di tingkat atas sampai ke tingkat paling bawah harus mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Pasalnya, Kecamatan Parungpanjang salah satu daerah yang terlanjur dan sering mengalami banjir saat musim hujan.

“Dan bagi wilayah yang belum menjadi langganan banjir namun sudah diprediksi bakal menjadi wilayah berpenduduk banyak dengan dibangunnya perumahan, masalah itu akan muncul, maka fokus pemerintah adalah mengantisipasi agar tidak terjadi banjir, “tuturnya.

Alumni PKU Ke 9 MUI Kabupaten Bogor itu menyoal dua hal yaitu persoalan drainase atau selokan air yang ada di lingkungan RT dan RW, kemudian persoalan sampah dan tempat pembuangan sampah.

Menurutnya, persoalan ini harus betul-betul menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten dikarenakan hingga kini belum terlihat program atau rencana tata desa atau lingkungan yang mengarah kesana.

“Ada mungkin yang sudah memulai, namun hanya bagian kecil dari masyarakat dan itupun inisiatif yang dilakukan secara swadaya atau komunitas tertentu, ” kata Didi.

“Jika hingga kini belum ada fokus ke arah sana maka jangan kaget sebentar lagi kita akan ribut karena banjir dan sampah yang ada di wilayah kita masing-masing,” tambahnya.

Lanjut Didi, mudah-mudahan pemerintah betul-betul memiliki program yang terstruktur dan terukur dalam mencegah terjadinya banjir dengan membuat tata ruang di desa terutama jalur lintasan air hingga ke muara sungai.

“Pemerintah harus mendorong sekaligus menekan para developer perumahan agar betul-betul mengutamakan perencanaan jalan air dan pembuangan sampah dan memberikan pendidikan protokol pengelolaan sampah dan penegakkan kebersihan serta memfasilitasi sarananya. Semoga daerah kita semakin rapih semakin bersih semakin sejahtera, ” pungkasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *