Destinasi Wisata Pertama Botim, ATV dan Rafting Hadir di Tanjungsari

GOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – All Terrain Vehicle (ATV) atau Motor beroda empat dan Arung Jeram (Rafting) di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor menjadi destinasi wisata baru di Bogor Timur (Botim). Lokasi yang strategis karena berada di sekitar permukiman warga, memberi kemudahan sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Kehadiran destinasi wisata yang digagas tokoh muda Tanjungsari H. Deni Hermanto bersama rekannya, merupakan destinasi wisata ATV dan Rafting pertama di Botim yang menguji adrenalin pengunjungnya. Dengan tarif terjangkau, para pengunjung dimanjakan pemandangan alam yang indah nan asri.

Menurut Denok, sapaan akrab Deni Hermanto, dipilihnya Rafting dan ATV di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid- 19) karena tergolong aman sesuai anjuran pemerintah, protokol kesehatan (Prokes). Ia mengaku, selalu mengedepankan prokea demi keselamatan bersama.

“Kami menghadirkan atv dan rafting untuk membantu warga yang ingin melepas kejenuhan akibat covid- 19. Juga dapat menambah imun dengan refreshing, sebab tidak menimbulkan kepanikan. Tidak ada kerumunan karena kami tetap menjaga prokes seperti himbauan pemerintah,” kata Denok di Tanjungsari, Jumat (5/2).

Dibukanya destinasi wisata Tanjungsari, diharapkan dapat mengangkat ekonomi warga sekitar. Karena dengan banyaknya pengunjung yang datang dari luar, dapat membelanjakan uangnya di Tanjungsari. Sehingga, menjadi penggerak perekonomian dan mengangkat pendapatan warga sekitar.

“Semoga dengan usaha wisata ini menjadi motor penggerak perekonomian yang berdampak pada meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan warga sekitar,” tuturnya.

Selain itu, dimulainya usaha pariwisata ATV dan Rafting, diharapkan ada respon positif dari pemerintah dan stakeholder. Dirinya mengakui, masih banyak kekurangan dalam pengelolaannya. Sehingga perlu bimbingan dan masukan dari pemerintah terkait pengelolaan wisata tersebut3.

“Kami membuka diri untuk kemajuan wisata ini, terutama penambahan alatnya. Kami juga berharap ada masukan dan bimbingan pemerintah agar wisata ini menjadi ikon Botim kedepan guna mengangkat ekonomi kerakyatan,” tandas Denok. (Soeft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *