by

Nilai Penanganan COVID-19 Belum Maksimal, DPRD Kabupaten Bogor Soroti Hal Ini

BOGORONLINE.COM, CIBINONG – Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor meminta Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan layanan kepada masyarakat yang terpapar COVID-19 baik yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim menilai, penanganan COVID-19 di Bumi Tegar Beriman masih jauh dari maksimal. Keterbatasan tenaga medis, ketersediaan ruang perawatan menjadi masalah serius yang perlu dicarikan solusi segera. Selain itu, Pemerintah juga kurang memperhatikan kebutuhan dasar warga terpapar yang harus isolasi mandiri di rumah.
“Sering kali Saya datang ke masyarakat, memantau di desa-desa. Kendala saat ini juga dikeluhkan oleh banyak kepala desa karena tidak tersedianya bahan makanan untuk warga yang isolasi mandiri,” kata Muad, Rabu (10/2).

Warga yang isolasi mandiri, lanjutnya, perlu makanan dan kebutuhan sehari-hari. Hal ini perlu diperhatikan karena warga yang isolasi mandiri terutama yang bekerja di sektor informal kehilangan sumber pendapatan. “Hal ini harus diperhatikan,” imbuhnya.

Terkait kebijakan Bupati Bogor membentuk Pos Komando Satgas COVID-19 di tingkat desa, Komisi IV, kata Muad, akan mendukung kebijakan tersebut.
“Saya mendukung penuh upaya bupati untuk membentuk satgas COVID-19 sampai ke tingkat RT/RW
Saran dari Komisi IV sesegera mungkin penanganan covid-19 dilakukan dengan aturan yang lebih ketat dan tegas karena masih adanya warga yg menggelar hajatan walaupun tidak dapat ijin dari pihak terkait,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut, juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 di Kabupaten Bogor.

baca juga :

Bukan Ganjil genap Pemkab Bogor akan Bentuk Pos Komando Satgas COVID-19 di Desa

Seperi diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mulai membentuk pos komando protokol kesehatan untuk meningkatkan peran satgas COVID-19 di level mikro. Pengetatan level prokes di level mikro, dilakukan dengan meningkatkan peran satgas COVID-19 di tingkat Kecamatan dan Desa. Satgas Kecamatan dan Desa nantinya akan diminta menghidupkan satgas di tingkat RT dan RW. Ade Yasin mengakui, satgas di level tersebut masih sangat kurang peranannnya.

“Sekarang ini yang bergerak itu kan cenderung Satgas di kabupaten, saya ingin sekarang kita maksimalkan Satgas di kecamatan dan desa untuk diaktifkan kembali Satgas-satgas tingkat RT dan RW,” kata Ade Yasin.(*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *