by

Banjir Pedestarian Pakansari, Komisi III : PUPR Ada Aja Alasannya!

Bogoronline.com, Cibinong – Komisi III DPRD Kabupaten Bogor memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memberikan penjelasan dan alasan, terkait genangan air di Jalan Ediyoso Martadipura. Drainase di jalan menuju Stadion Pakansari tersebut, baru saja diperbaiki dengan anggaran Rp23,8 miliar. Dinas PUPR sebelumnya memberi alasan genangan disebabkan drainase tersumbat dan lubang saluran terlalu kecil sehingga air di jalan tidak cepat masuk ke saluran pembuangan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Slamet Mulyadi merasa tidak puas terhadap alasan yang diberikan pihak PUPR kepada Komisi III. Ia beranggapan Dinas PUPR selalu ‘ngeles’ dengan masalah yang mereka hadapi.

“Kalau dia yang ngomong pasti masuk akal. Kalau kita yang ngomong ya ga masuk akal. Pusing saya ada aja alasannya,” kata Slamet Mulyadi saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (2/3).

Baca Juga : Selain Sampah, PUPR Sebut Ukuran Lubang Drainase Jadi Penyebab Genangan Air

Menurutnya, alasan banjir karena sampah yang menggenangi drainase kecil di Pedestrian Pakansari harusnya sudah selesai di dalam perencanaan.

“Perencanaan juga kita pertanyakan kenapa bisa seperti itu, berarti kan dari perencanaannya saja sudah tidak benar,” tegasnya.

Selain alasan Drainase yang kecil, PUPR juga memberikan alasan lainnya, yakni tidak adanya pekerja sampah di hari Minggu. Menurut Komisi III alasan tersebut tidak masuk akal karena jika mengandalkan pekerja sampah, banjir akan terus menggenang di hari Minggu ketika hujan turun.

“Kenapa sampai banyak sampah yang menutupi itu. Karena tidak ada petugas katanya, hari Sabtu dan Minggu petugas sampah gak ada katanya,” cetusnya.

Namun demikian, Komisi III meminta PUPR untuk benar-benar matang dalam perencanaan. Selain itu, pihaknya meminta agar lubang drainase diperluas kembali agar tidak kejadian hal serupa.

“Tapi kita minta supaya drainasenya diperlebar lagi. Jangan gini, bikin jalan tapi tidak komprehensif. Artinya bukan jalan doang yang diperbaiki, juga sarana yang lain seperti drainase dan lainnya juga harus diperhatikan,” kata Slamet.

Sebagai tambahan, Titik banjir tersebut berada tepat di proyek besar senilai Rp23,8 miliar yang dikelola oleh Dinas PUPR. (eg)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *