BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Aparatur wilayah Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor berencana akan membangun destinasi wisata baru yang berada di sepanjang sungai Ciliwung.
Lurah Katulampa, Eka Deri mengatakan destinasi wisata dengan konsep edukasi dan wisata tersebut rencananya akan dimulai dari Tebing Gricil di Griya Katulampa hingga ke Bendung Katulampa meliputi RW09, 10 dan 19.
Eka menambahkan, kawasan tersebut memiliki keindahan alam dan potensi wilayah lain untuk dikembangkan. Pada tahun ini, pihaknya memfokuskan dahulu proses pembenahan Tebing Gricil.
“Destinasi wisata baru ini karena potensi alamnya sangat bagus di pinggiran Ciliwung, kemudian di situ juga ada taman di Griya Katulampa yang memang nantinya dijadikan jalur untuk joging track,” kata Eka, Selasa (16/3/2021).
Kawasan Tebing Gricil nantinya akan terhubung dengan perkebunan yang berada di wilayah RW19. Perkebunan-perkebunan itu dikelola oleh beberapa paguyuban.
“Perkebunan itu terdapat banyak tanaman langka yang dibudidayakan di sana termasuk buah-buahan juga dan juga nanti disana juga sampai ke Bendung Katulampa,” katanya.
Eka menuturkan dengan adanya perkebunan itu diharapkan pengunjung akan mendapatkan edukasi di sana, disamping menikmati juga suguhan keindahan alam sepanjang sungai.
Dijelaskan dia, bahwa Dinas Pariwisata Dan Budaya Kota Bogor juga tengah melakukan kajian dan membina wilayah serta warga untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis).
“Nah kebetulan lahan dekat farm ada lahan sekitar 7.000 meter sedang dikaji untuk menjadi kawasan agrowisata. Lahan itu milik perorangan dan mudah-mudahan dari hasil kajian itu bisa dibebaskan oleh Pemkot Bogor untuk jadi destinasi wisata di situ,” katanya.
Ia mengungkapkan tentu berkaitan dengan ini perlu disosialisasikan betul kepada masyarakat termasuk warga setempat. Karena destinasi wisata nantinya yang mengelola Pokdawis.
Sementara itu dilokasi salah satu perkebunan di Griya Katulampa Garden of Prospective Agriculture (GPA) yang memiliki konsep Kebun Pengembangan Pertanian Masa Depan yang memiliki konsep pembibitan atau budidaya berbagai jenis tanaman. Selain banyak tanaman yang langka dan unik, di sana juga ada berbagai tanaman buah.
Tak hanya itu, Rana Wijaya pemilik GPA juga telah membuat digitalisasi informasi tanaman dengan barcode. “Iya, sebenarnya kita sudah membuat konsep itu dua tahun lalu, dan baru dibuat sekarang, jadi awalnya kita menyusun informasi di website terus kemudian kita buat barcodenya setelah itu dicetak dan barcodenya itu kita tempel di pohon,” katanya.
Dengan demikian diharapkan pengunjung yang datang selain bisa menikmati suasana perkebunan yang asri, pengunjung juga bisa mendapat informasi yang lengkap tentang jenis tanaman yang ada di GPA. (Hrs)





