Bogoronline.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) belum dapat memastikan kapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diselenggarakan. Hal itu lantaran masih menunggu arahan pemerintah pusat.
Kendati demikian, Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti meminta agar Pemkot Bogor melakukan langkah-langkah sebelum persiapan PTM di kelas, salah satunya dengan melaksanakan modeling PTM bagi sekolah yang secara infrastruktur telah siap dan mumpuni untuk digelarnya modeling PTM di luar kelas (Outdoor Learning).
“Bukan belajar dalam sekolah, tetapi dengan memanfaatkan taman kota atau halaman sekolah. diatur waktu dan jumlah nya. Misalnya, Senin kelas IV, Selasa kelas V dan seterusnya. Para murid pun diantar oleh orang tua masing-masing. Sekolah dapat dipilih dari masing-masing kecamatan minimal dua, yakni satu SD dan SMP. Cari sekolah yang siap,” kata Endah, Selasa (16/3).
Endah menilai, PTM yang digelar di ruang terbuka hijau lebih akan aman dibandingkan di dalam ruangan. Sebab, lanjut Endah, berdasarkan penelitian yang dia himpun, virus corona akan lebih berbahaya penyebarannya ketika di ruang tertutup daripada di ruang terbuka (outdoor).
Oleh karenanya, Endah Mengaku, Modeling PTM ini dianggap cukup efektif untuk persiapan PTM yang masih menunggu arahan pusat, agar siswa dan orang tua tidak kaget saat hendak dilakukan PTM di Kota Bogor.
“Hal itu harus dilakukan, agar saat PTM digelar nanti siswa dan orangtua tidak kaget. Jadi saat PTM pemkot sudah punya pola, uji coba modeling PTM tersebut dapat diselenggarakan bertahap dan terstruktur sambil menunggu arahan pusat,” pungkasnya. (*/Nai)






Sependapat dengan bu Dewan. Ekses kelamaan diruamah juga dapat menyebabkan cabin fever bagi anak-anak salah satunya adalah perubahan emosi sampai pada ganguan perkembangan. dengan berkegiatan di alam terbuka semisal di taman-taman kota tentu akan berdampak baik bagi anak-anak dengan didampingi oleh orangtua / guru dan memngedepankan protokol kesehatan.