by

Investasi Bodong EDCCash Resahkan Warga Sukamakmur

BOGORONLINE.com, SUKAMAKMUR – Modus investasi bodong dengan skema Ponzi, memainkan Edinar Coin (EDC) Cash di Wilayah Sukamakmur Kabupaten Bogor, mulai dikeluhkan. Para investor atau nasabah resah karena telah mencium gelagat penipuan Abs dan kawan-kawan.

Investasi bodong yang dikelola Abs, membayar nasabah bukan dari keuntungan hasil usaha, melainkan dari uang investor itu sendiri. Sumber dana lain berasal dari beberapa investor yang baru bergabung. Hal itu mengindikasikan, ada ketidakberesan usaha berbasis online tersebut.

Dalam melakukan kegiatan diduga kuat, Abs mengeruk keuntungan dari investor hingga miliaran rupiah. Terlihat, kendaraan kelas atas, tanah dan vila di beberapa tempat dimilikinya.

Banyaknya peminat berinvestasi karena dijanjikan keuntungan menggiurkan. Namun janji yang diucapkan kepada nasabah berupa keuntungan besar, hanya isapan jempol belaka. Selain peminatnya banyak, dana yang terkumpul juga tidak sedikit, sampai miliaran rupiah.

“Hingga kini, belum ada keuntungan yang didapatkan nasabah. Beberapa kendaraan nasabah dari usaha investasi itu, ditarik leasing karena menunggak pembayaran cicilan,” kata salahsatu korban di Sukamakmur yang tidak menyebutkan identitasnya, Rabu (21/4).

Usaha yang diprakarsai Abs beserta kawan-kawan, terancam jeratan hukum. Pasalnya, pencairan kripto berupa bitcoin yang dijanjikan kepada nasabah, tidak kunjung datang. Sehingga, beberapa nasabah mulai resah akibat ketidakjelasan investasi itu.

Pelaku investasi di wilayah Sukamakmur, Yanto mengatakan dirinya adalah korban. Ia mengaku, dalam menjalankan usaha, hanya dikenalkan aplikasi. Dari aplikasi itulah Yanto merekrut nasabah lain, dengan keuntungan 0,5% setiap nasabah.

Walau rumah tingkat dan kendaraan mewah serta beberapa unit motor diakui adalah hasil jerihpayahnya berdagang beras. Serta penghasilannya sebagai guru honorer dan gaji istrinya yang juga guru berstatus ASN. “Saya termasuk korban dalam usaha ini. Harta yang saya miliki, adalah hasil berdagang saya bersama istri,” tegas Yanto di kediamannya kemarin.

Sementara itu, Abs dan, Ayg belum bisa dikonfirmasi terkait investasi bodong yang dikelolanya. Informasi terakhir, keduanya masih di Sukamakmur, namun sulit ditemui karena selalu menghindar.

“Betul, ini vila pak Abs, bapak sudah jarang kesini, sekitar seminggu lebih tidak muncul,” tandas penjaga vila milik Abs, Hoer di Kampung Ciandeuleum Desa Wargajaya, Sukamakmur. (soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments