BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Jawa Barat hari ini Sabtu (3/4/2021) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke 4 di Onih Hotel, Jl Paledang, Kota Bogor. Muswil akan berlangsung hingga Ahad (4/4/2021).
Suara dari akar rumput mulai terdengar riuh seiring Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang penjelasannya ingin mereka dengar dari petahana Ketua DPW PGM Indonesia Provinsi Jawa Barat, Heri Purnama. Ini karena, para guru madrasah di Jawa Barat menilai organisasi resminya itu belum maksimal menyikapi aspirasi guru madrasah.
Dikonfirmasi soal pencapaian, Heri Purnama, mengaku dirinya sudah tancap gas sejak dilantik pada April 2016.
Ia menyebutkan berbagai aksi sudah dilakukan diantaranya membangun sinergitas dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, membentuk DPD PGM di seluruh Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, mendeklarasikan Jawa Barat sebagai provinsi madrasah hingga memperjuangkan tunggakan uang Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang terhutang hinga 5 tahun.
“Soal TPG itu tuntas dibayar pada APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2017 sejumlah 4,6 triliun,” ungkap Heri.
Walau begitu, hampir semua DPD PGM di Jawa Barat menyatakan ketidakpuasan dan berharap Muswil ke 4 di Kota Hujan ini mampu membawa angin segar perubahan.
Sebelumnya, Eulis Nurhasanah, Ketua DPD PGM Kota Cimahi mengemukakan agar Muswil mampu menumbuhkan semangat baru untuk mengelola organisasi ini secara profesional.
“Harus tercipta profesionalisme kepengurusan, harus ada transparansi dan akuntabilitas anggaran, harus terjadi soliditas dan sinergitas pengurus dalam menjalankan program hasil Muswil,” bebernya, Jum’at (2/4/2021) di Hotel Onih, Bogor.
Sebab itulah Eulis menyatakan peran DPW PGM Jawa Barat selama ini belum dirasakan maksimal dalam menampung aspirasi guru madrasah.
“Melalui Muswil, diharapkan lahir berbagai program baru yang langsung menyentuh kepentingan guru madrasah. Selain itu, harus terjadi proses kaderisasi dan regenerasi kepengurusan PGM di Jawa Barat. Semua ketua DPD di Jawa Barat sudah sepakat untuk mewujudkan harapan itu,” tegasnya.
Ketua DPD PGM Indonesia Kota Bekasi Gumbad Syah, juga meminta agar dilakukan perbaikan di tubuh DPW PGM Indonesia Jawa Barat.
“Salah satunya adalah membangun sinergi dengan DPD. Karena itulah kunci persoalannya,” singkatnya menambahkan.
Lebih tajam, Ketua DPD Kota Sukabumi, Achmad Najiullah berharap agar DPW PGM Jawa Barat lebih ekstra memperjuangkan nasib guru. Najiullah menilai, banyak program yang belum sepenuhnya tercapai. Misalnya insentif guru madrasah.
“Harus bersinergi dan lakukan komunikasi yang baik. Kepengurusan yang baru harus lebih ekstra. Karena itu, saya beserta 17 DPD PGM lainnya mendukung Hasbulloh menjadi Ketua Umum DPW PGM Jawa Barat,” tegasnya menambahkan.
Menanggapi itu, Ketua DPD Kota Bogor, Hasbulloh menilai hal itu sebagai sebuah kewajaran.
“Tingkat kepuasan setiap orang itu variabelnya berbeda. Jadi, suara dari akar rumput seperti itu wajar saja. Meski secara umum penilaian itu pasti berangkat dari kinerja, manajemen yang efektif dan terkait produktivitas. Kita lihat saja nanti dalam evaluasi. Karena itu menjadi salah satu fungsi Muswil,” kata Hasbulloh.
Disebut mendapat dukungan dari 17 DPD PGM di Jawa Barat, Hasbulloh melihat penyebabnya adalah adanya kesamaan harapan demi perubahan.
“Saya melihat semua mendukung. Jika saya terjemahkan, semua DPD memiliki harapan yang sama agar fungsi PGM lebih maksimal. Selain ada program nyata, sinergi dengan DPD dan berharap agar pengelolaan anggaran dilakukan lebih transparan. Harapan itu yang sama. Perubahannya sekarang di tangan kita,” Hasbulloh menutup. (*)





