by

Atty Somaddikarya Imbau Emak-emak Tak Tergiur Arisan Paket Lebaran Bodong

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Jelang lebaran, masyarakat khususnya kaum ibu-ibu heboh akan arisan paket. Biasanya, paket lebaran tersebut berupa parcel yang berisikan sembako atau berbagai produk makanan dan minuman. Arisan paket ini biasa menerapkan sistem pembayaran yang sederhana. Mulai dari cicilan harian, bulanan ataupun dibayarkan di akhir menjelang lebaran.

Namun, ada arisan paket lebaran ‘bodong’ yang dikelola perorangan tanpa mengantongi izin lembaga resmi berujung pidana. Pasalnya, kredit yang dibayarkan masyarakat sebagai konsumen dimanfaatkan untuk ‘menggemukan’ rekening pribadi oknum pengelola arisan paket lebaran.

Menanggapi hal itu, Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Mandiri, Atty Somaddikarya mengimbau pada masyarakat untuk tidak tergiur dengan hal tersebut.

“Mengimbau kepada masyarakat kota dan kabupaten Bogor, khususnya kepada emak-emak untuk tidak tergiur dengan arisan paket lebaran bodong yang dikelola tanpa izin lembaga resmi,” kata Atty.

Wanita yang akrab disapa Ceu Atty itu juga menjelaskan perlu skill dan manajemen yang kuat untuk mengelolanya.

“Pengelola arisan bodong itu menghimpun dana masyarakat tanpa memiliki badan hukum dan parahnya tidak memiliki pengalaman yang mumpuni dalam mengelola uang yang terkumpul,” ujarnya.

Disitulah, lanjutnya, letak kesalahannya hingga berujung kegagalan bahkan berurusan dengan hukum. Pertama, manajeman yang salah, kemudian pengalaman yang minim dan banyak oknum pengelola dadakan yang memanfaatkan situasi.

Atty menambahkan seharusnya masyarakat berpikir cerdas dan selalu berhati-hati dalam memilih berkaitan arisan paket lebaran.

“Karena maraknya modus penipuan oleh pihak tak bertanggungjawab,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, lembaga legal dan berbadan hukum pun kerap melakukan kecurangan dan akhirnya merugikan masyarakat. “Kalau yang legal saja masih curang, bagaimana arisan paket lebaran yang dikelola oleh personal tanpa badan hukum,” imbuhnya.

Namun, ketua sekaligus penanggung jawab KSU Karya Mandiri yang sudah berusia 27 tahun ini mengakui bahwa tidak semua lembaga legal dijamin aman.

“Tidak semua 100% aman, baik itu yang legal ketika menghimpun dana masyarakat jika bukan ahli di bidangnya. Tapi juga sebaliknya tidak semua pengelola pribadi dalam arisan paket lebaran juga merugikan, karena masih banyak yang benar-benar amanah,” paparnya.

Hal itu, sambungnya, semua tergantung pada jejak rekam dari pengelola dan karakter personalnya. Masih kata dia, sebetulnya, ini merupakan masalah klasik, sebab selalu terjadi setiap tahunnya, dan korbannya selalu perempuan.

“Sangat miris dan prihatin setiap tahun modus tipu-tipu dengan judul arisan paket lebaran memakan korban dengan angka puluhan miliar,” kata wanita yang akrab dipanggil Ceu Atty.

Iapun mengajak kepada masyarakat khususnya perempuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak tergiur penawaran harga yang murah. Carilah informasi dari berbagai sumber, perbanyak literasi dan referensi sebelum memutuskan bergabung dan mempercayakan uang hasil lelah dan keringat kepada seseorang atau lembaga yang belum tentu bertanggung jawab.

“Jangan mudah percaya karena akan mengantar pada kerugian. Dan jangan sampai uang lelah masyarakat miskin justru dinikmati oknum pengelola untuk hidup mewah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, baru-baru ini kasus penipuan berkedok arisan paket lebaran terbongkar di Bekasi. Ada ratusan warga yang tertipu dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Dari informasi yang dihimpun, kepada pihak berwajib, oknum pemilik sekaligus pengelola arisan tersebut mengaku menggunakan uang yang disetorkan warga untuk kepentingan pribadinya. (*/Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *