by

Laporan Keuangan Kuartal I/2021 Indocement, Pangsa Pasar Luar Jawa Naik

BOGORONLINE.com – Pasar penjualan semen merek tiga roda yang diproduksi PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, di luar pulau Jawa, pada kuartal pertama tahun 2021 ini mengalami kenaikan dari awalnya 15,1 persen pada periode yang sama tahun 2021 lalu menjadi 16,1 persen.

Kenaikanpasar di luar pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi itu efek dari dioperasikannya satu floating terminal di Konawe, Sulawesi Tenggara, dan dua terminal di Sumatra yang secara efisien menopang pertumbuhan permintaan semen di daerah tersebut dan maksimalnya operasional Pabrik di Tarjun, Kalimantan Selatan.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ahad (9/5/2021), Indocement melaporkan adanya kenaikan pangsa pasar untuk periode kuartal 1/2021, dimana kenaikan atau pertumbuhannya berada di tingkat 25,9 persen. Pada kuartal I ini, Indocement mencatat volume penjualan tumbuh plus 5,5persen. Pertumbuhan itu didukung dari peningkatan volume domestic sebesar plus 3,7 persen dan juga volume ekspor sebesar plus 344,7 persen.

Sementara untuk marjin laba bruto berdasarkan laporan keuangan meningkat dari 31,7 persen menjadi 32,0 persen, sedangkan laba periode berjalan sejumlah Rp 351,3miliar. Capaian itu dibandingkan periode tahun lalu yang disebabkan penurunan pendapatan keuangan sebagai dampak dari penurunan suku bunga yang berlangsung sejak tahun lalu.

“Dengan penguatan neraca keuangan total kas dan sebesar Rp7,9 triliun, kami tetap optimis pada semester II pertumbuhan pasar domestic untuk semen dank linker naik. Optimisme ini didasarkan pada capaian kuartal I/2021 penjualan semen dank linker mencapai 4,1 juta ton meningkat 147 ribu ton atau plus 3,7 persen dari kuartal I 2020 lalu,” ungkap Direktur dan Corporate Secretary Indocement, Antonius Marcos.

Marcos, menyebut, untuk volume domestic khusus produk semen pada kuartal I tahun ini tercatat di angka 3,9 juta ton lebih tinggi sebesar 51 ribu ton atau plus 1,3 persen. Secara bersamaan, lanjut Marcos, permintaan pasar domestic nasional meningkat plus 2,2 persen sehingga pangsa pasar perseroan terkoreksi 20bps menjadi 25,9 persen di kuartal 1 2021 dibandingkan periode tahun lalu sebesar 26,1 persen. Ïni dampak dari beroperasinya Pabrik Tarjundengan normal dibandingkan tahun lalu, dan juga operasi dua terminal kami di Pulau Sumatera(Lampung dan Palembang) yang optimal sehingga dapat meningkatan pangsa pasar dari 12,0 persen menjadi 13,2 persen,”ujarnya.

Sementara pasar di Sulawesi, kata Marcos, penjualan naik, karena adanya Terminal Terapung di Konawe,
Sulawesi Tenggara. Keberadaan terminal terapung itu memastikan pasokan semen lancaruntuk proyek smelter. Menurut Marcos, secara keseluruhan pangsapasar Indocement di pulau Sulawesi tumbuh dari 6,4 persen menjadi 8,2 persen.

“Nah, pada saat yang bersamaan terjadi penurunan pangsa pasar di pulau Jawa yang menyebabkan koreksi dari 35,4 persen menjadi 34,4 persen yang disebabkan peningkatan pangsa pasar beberapa pemain non-emiten,” jelasnya.
Corporate Finance Manager Indocement, David Halim, menambahkan menerangkan dengan posisi neraca yang kuat-tanpa utang pada bank, Indocement siap menghadapi berbagai tantangan di masa pemulihan ekonomi dengan situasi pandemic termasuk kondisi kelebihan pasokan kapasitas industri semen dan siap berpartisipasi dalam opsi konsolidasi industri semen di masa mendatang.

“Seiring dengan pemulihan ekonomi, permintaan semen domestic nasional telah mengalami pertumbuhan positif sejak bulan Februari 2021 dan cenderung menguat pada bulan Maret lalu. Kami optimis pertumbuhan positif akan terus berlanjut di tahun 2021 ini,” katanya.

Perseroan, lanjut Marcos, memprediksikenaikanpermintaan semen domestic nasional sebesar plus 5 persen dari tahun 2020, khususnyadari semen curah pada semester ke-II.

Pertumbuhan ini, sambung Marcos, disebabkan dari beberapa hal seperti nilai anggaran infrastruktur tahun 2021 yang kembali berada pada kisaran sebelum masa pandemi Covid-19, proyek-proyek komersial dan perumahan baru yangakan mulai dari tender-tender yang sedang berlangsung saat ini, pembentukan Sovereign Wealth Funds (SWF) yang akan menarik investasi untuk proyek-proyek infrastruktur utama.

“Kami meyambut baik instruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik dan Perumahan Rakyat soal penggunaan Semen Hijau (beton) dalam proyek-proyek Infrastruktur dan pemerintah lainnya. Indocement siap memproduksi dan memasok produk Semen Hijau tersebut baik dalam bentuk supply produk PCC, Duracem-Slag Cement dan juga jenis semen terbaru yakni Hidraulik yang sama tangguhnya dengan semen OPC,” tutupnya. (*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *