Bogoronline.com – Kepala Daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur) dalam Rapat Kerja yang dilakukan di Balaikota DKI Jakarta, Senin (10/5), menyepakati untuk meniadakan halal bihalal dan ziarah kubur di lebaran tahun 2021 demi menekan penyebaran virus covid-19
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, larangan tersebut merupakan salah satu kesepakatan antara kepala daerah di Jabodetabek untuk meniadakan kegiatan halal bihalal, open house dan ziarah kubur dalam rangka Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.
“Kegiatan silahturahmi, mendatangi tokoh masyarakat, tokoh agama, teman, tetangga dianjurkan menggunakan media virtual sampai dengan akhir bulan Syawal. Jadi, ketika perkantoran mulai hari Senin, jangan dimulai dengan acara halal bihalal dalam artian bertemu, bersalaman karena itu kemudian nanti akan mengganggu ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Anies.
Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, Kabupaten Bogor merupakan daerah yang berdekatan dengan Jakarta dan menghubungkan tiga provinsi yakni Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, juga berdekatan dengan beberapa daerah lainnya.
Oleh karenanya, Politisi dari PPP itu meminta agar para kepala daerah se-Jabodetabekjur bisa kooperatif dengan hasil rapat yang telah disepakati bersama.
“Melalui Rakerda ini bisa meningkatkan koordinasi antara Pemkab Bogor degan Pemerintah Bodetabekjur sehingga bisa meringankan tugas-tugas kita di lapangan berkaitan dengan pengendalian dan penanganan Covid-19,” jelas Ade Yasin.
Selain itu, Ade juga menyampaikan terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri, untuk mencegah terjadinya kerumunan dan penyebaran Covid-19, maka Pemkab Bogor meniadakan shalat Ied di lapangan terbuka, namun hanya diperbolehkan dilakukan di masjid dan mushola di tingkat RT saja.
“Karena kita masih berlakukan PPKM mikro, sehingga Sholat Idul Fitri bisa dipantau langsung oleh Satgas RT/RW, ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kerumunan, termasuk Sholat Ied di Lapangan Tegar Beriman juga kita tiadakan,” jelasnya. (Egi)





