by

Abaikan Himbauan Gurandil Jonggol Semakin Membandel

BOGORONLINE.com, JONGGOL – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melarang beroperasinya perusahaan galian tanpa ijin, tidak diindahkan. Para pengusaha justru semakin membandel dan tetap saja melakukan aktifitasnya. Bahkan kegiatan mereka sudah tidak terkendali lagi, tidak menghiraukan keselamatan lingkungan.

Seperti yang terjadi saat ini di Kampung Bojong Korod, Desa Sukasirna Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Serta, galian pasir batu (Sirtu) di Kampung Jatinunggal juga masih beroperasi. Disayangkan, galian sirtu lokasinya nempel dengan irigasi pengarah arus Cipamingkis. Hal itu dapat mengancam keberadaan irigasi tersebut.

Kepala seksi Trantib Kecamatan Jonggol Abdurrahman beberapa waktu lalu di kantornya mengatakan, telah menegur pengusaha galian. Pihaknya meminta agar para oengusaha liar itu menghentikan kegiatannya.

“Kami telah mengirim surat dan melaporkan kegiatan penambang ke pol pp kabupaten. Meminta agar kegiatan pengusaha pertambangan ditindaklanjuti,” katanya,

Selain merusak lingkungan yang berpotensi terjadinya bencana longsor, keberadaan galian juga mengganggu ketertiban umum, mengotori fasilitas umum berupa jalan raya. Begitu juga saluran irigasi Cipamingkis dapat terganggu lantaran yang melintasi adalah kendaraan bertonase lebih.

Truk pembawa sirtu dapat menyebabkan jalanan berlubang yang menimbulkan genangan air. Sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor,

“Keberadaan kedua galian, jelas merusak lingkungan, karena yang awalnya berupa kebun hijau dan teduh kini menjadi gundul dan panas. Begitu juga pesawahan yang diambil batunya, itu pesawahan menjadi rusak tidak bisa ditanami padi lagi,” kata salah satu warga Jonggol yang enggan menyebut namanya, Kamis (10/6) di Jonggol.

Sementara itu, Perum Otorita Jatiluhur (POJ) terkait truk pembawa sirtu yang melintasi di jalan irigasi Cipamingkis, kepala seksi pengamat sungai wilayah Jonggol dan Cibarusah, Anam mengatakan tidak pernah memberi ijin kepada pengusaha galian melintas di areal pengawasannya.

“Kami tidak pernah memberi ijin kepada pengusaha galian untuk melintas diatas lahan milik POJ. Hanya sebatas koordinasi saja,” tandas Anam, namun tidak menjelaskan koordinasi yang maksud, (soeft/de)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *