by

Berjemur, Cara Warga GPM Setu Melawan Covid-19

BOGORONLINE.com, CIKARANG – Warga Perumahan Griya Pratama Mas (GPM) Kampung Sadang, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi yang sempat dilockdown Tim Satgas Kecamatan Setu, mulai berbenah. Perumahan itu dilockdown lantaran dinyatakan sebagai zona merah, karena puluhan warganya terpapar corona virus disease 2019 (Covid-19).

Perumahan GPM yang lingkungannya dalam satu kepengurusan RW, yakni RW 07, dijadikan sebagai Kampung Tangguh Jaya (KTJ) oleh Polsek Setu. Penunjukan itu dimaksudkan, dapat memberi pelayanan serta penanganan terhadap warga terpapar covid-19 secara swadaya dan mandiri. Serta, penataan dan pembenahan ketahanan pangan dalam menghadapi pandemi covid-19.

Sebagai wujud perlawanan terhadap covid-19, warga RT 08, RW 07 menggelar acara, berjemur. Puluhan warga menyambut baik dan ikut berjemur dengan harapan, imun dapat berfungsi maksimal secara alami melalui sinar Ultra Violet (UV) level 6 sampai 8. Protokol kesehatan (prokes) 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat berjemur tetap diterapkan secara ketat.

“Dalam kegiatan ini, kami berharap semua warga yang ikut berjemur terbebas dari virus yang selalu mengintai. Karena berjemur dapat meningkatkan imun untuk melawan covid-19,” kata ketua RT 08 Muhammad Yusuf, Minggu (25/7) di GPM.

Sementara, Ketua RW 07 yang juga Ketua KTJ Sukarna, mengapresiasi kegiatan yang digagas Ketua RT 08 Muhammad Yusuf bersama Ketua Satgas Covid-19 08 Sumargono. Menurut dia, kegiatan itu sangat positif karena dapat meningkatkan imun untuk melawan virus mematikan yang mengancam kehidupan manusia saat ini.

“Ini kegiatan positif, dan perlu dicontoh pengurus RT lain di lingkungan GPM. Saya hadir kesini berjemur bersama warga RT 08 untuk melihat langsung pelaksanaannya terutama penerapan prokes,” kata Sukarna usai berjemur, Minggu (25/7).

Lanjut dia, dalam pelaksanaan berjemur, protokol kesehatan (prokes) 3 M diterapkan secara ketat. Semua menggunakan masker dan mengatur jarak yang sudah ditentukan, 3 sampai 5 meter.

“Itu jarak yang cukup jauh, sudah sesuai ketentuan prokes 3 M. Kegiatan ini merupakan yang pertama dilaksanakan di GPM,” kata dia.

Dukungan positif juga datang dari tokoh masyarakat GPM, Joko Surono. Menurut dia, kegiatan itu sangat bermanfaat untuk kesehatan, selain menambah kerja imun, berjemur juga dapat membakar kalori dalam tubuh.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena selain dapat berkeringat, dapat juga menambah kerja imun untuk melawan covid 19,” tandas Joko Surono yang juga mantan petinju. (soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *