BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Ambruknya atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Otista yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, direspons cepat Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Seperti diketahui atap ruang kelas itu mendadak ambruk pada Kamis (16/9/2021) siang. Kejadian itu mengakibatkan ruang kelas lainya terkena dampak serupa.
Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi menyatakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan secara prosedur dari tahap pelaporan kepala sekolah hingga koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Hanafi mengungkapkan, bahwa kegiatan perbaikan atap gedung SD Negeri Otista sudah direncanakan yang nantinya akan dilaksanakan tahun depan.
“Sebetulnya SD Otista ini tahun 2022 sudah dianggarkan, tetapi sifatnya hanya perbaikan atap. Karena disurvei oleh bagian Sarpras hanya bagian atap sehingga angkanya tidak besar,” kata Hanafi.
Dengan kejadian ini juga, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memberikan penilaian berkenaan anggaran termasuk pekerjaan dilakukan apakah renovasi atau seperti apa.
Dijelaskan Hanafi, bahwa verifikasi persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tidak hanya kepada substansi saja, termasuk sarana prasarana sekolah. Karena, imbuhnya, bangunan kosong seperti gedung sekolah otomatis akan mengurangi kekuatan bangunan.
“Kami sekaligus memeriksa fisik bangunan. Tidak menutup kemungkinan beberapa sekolah masih ada yang seperti ini. Tapi mudah-mudahan tidak, karena menjelang PTM ini mudah-mudahan bisa berjalan kondusif,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Bogor, Dani Rahardian mengatakan, kejadian bencana ini akan segera dilaporkan ke pimpinan agar bisa ditindaklanjuti untuk perbaikannya. Ia menjelaskan, kejadian ini mirip dengan yang terjadi di SD Negeri Gunung Gede.
“Ini kejadian hampir sama dengan SD Gunung Gede beberapa waktu lalu karena bencana juga, mungkin anggarannya juga sama menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT),” tandasnya.
Dikatakan Dani, dua ruang kelas tersebut memang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar bahkan sebelum merebaknya pandemi Covid-19.
“Sudah tidak dipakai belajar mengajar lagi dua ruang kelas yang roboh. Sebelum pandemi sudah tidak dipergunakan, kami dicek semua bangunan dalam sekolah terlihat struktur bangunan sudah tidak layak,” pungkasnya. (Hrs)





