by

Miris, Kinerja PLN Jonggol Pasang Kabel Menggunakan Bambu

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – Puluhan Rumah di Kampung Pasir Kalong, Rt 13/04, Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, terkebiri haknya sebagai pelanggan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal itu disebabkan, pelanggan di kampung tersebut, hanya menggunakan bambu sebagai tiang untuk menyambung kabel ke rumah masing-masing.

Padahal, pelanggan di wilayah itu cukup banyak, tapi arus yang digunakan hanya diambil dari rumah ke rumah. Selain mengancam keselamatan jiwa dan harta warga sekitar, juga kelihatannya sangat tidak pantas.

Kepala desa (Kades) Antajaya Andi Pamungkas, S.H membenarkan adanya kejadian itu. Kata dia, penggunaan bambu sangat barbahaya karena dapat mengancam jiwa pelanggan jika terjadi arus pendek.

“Memang sangat tidak pantas kelihatan, kabelnya hanya ditopang sebatang bambu. Kalau terjadi arus pendek, sangat berpotensi menimbulkan kebakaran. Dapat juga menyebabkan korban jiwa siapa saja yang melintas karena tersentuh kabel telanjang yang mengandung arus listrik,” kata Kades Andi di kantornya, Rabu (6/10).

Demi kenyamanan dani keselamatan bersama lanjut Andi, dirinya berharap PLN segera melakukan pembenahan. Kalau dibiarkan seperti itu terus menerus tanpa ada perbaikan, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi musibah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Sebenarnya tidak seberapa tiang yang diperlukan, mungkin hanya sekitar puluhan. Saya berharap ada perhatian khusus dari PLN atau Pemkab Bogor untuk pembenahannya sebelum terjadi musibah. Ini sangat riskan, mengancam keselamatan jiwa dan harta warga sekitar,” pintanya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor H. Adi Suwardi menyesalkan kinerja PLN yang tidak memasang tiang. Menurut dia, kondisi seperti itu sangat mengkhawatirkan, karena mengancam keselamatan dan keamanan pelanggan.

“Sebaiknya PLN cepat mengambil langkah nyata, dengan segera memasang tiang permanen yang sesuai ketentuan,” singkat Adi Suwardi Politisi Partai Gerindra.

Sementara pihak PLN Rayon Jonggol yang dihubungi, belum berkomentar terkait kejadian itu. Pasalnya, Kepala PLN Rayon Jonggol Galih dan Bagian Teknis Agus keduanya tidak ada di tempat.

“Ya, keduanya tidak ada di tempat, saya tidak dapat memberi jawaban terkait hal ini. Tapi informasi ini akan kami teruskan kepada yang bersangkutan,” tandas petugas jaga, Ilham. (soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *