by

Pantau Pelayanan Air, Perumda Tirta Pakuan Bikin Command Center

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor kini tengah membangun command center. Fasilitas berbasis teknologi informasi ini berada di ruang rapat kantor pusat Perumda Tirta Pakuan, Jalan Siliwangi, Kota Bogor.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengungkapkan, bahwa saat ini tempat pengawasan Tirta Pakuan tersebar di beberapa lokasi, seperti di Katulampa, Dekeng, Palasari hingga Rancamaya. Ia mengistilahkan masih keclok-keclok alias terpisah tidak terfokus satu tempat.

“Sekarang mau kita tarik ke sini, kita akan buat command center ini dengan sembilan layar utama, dengan enam layar disampingnya. Kita bisa memonitor langsung terkait produksi, hingga transmisi dan distribusi,” kata Rino, pada Kamis (18/11/2021).

Dikatakan Rino, dari command center ini nantinya akan terlihat berbagai macam persoalan yang ada, sehingga bisa langsung diambil keputusan untuk mengatasinya.

Pihaknya menargetkan untuk pembangunan sendiri bisa selesai di akhir 2021 dengan penggunaan command center pada awal tahun depan.

“(Targetnya selesai) tahun ini. Kita kejar beres Desember nanti,” terangnya.

Dipilihnya pembangunan command center di ruangan yang biasa digunakan meeting, kata Rino, bukan tanpa alasan. Sebab, dari ruang command center nantinya bisa langsung diambil keputusan dari suatu masalah yang tengah dikerjakan.

“Kita bisa ambil keputusan sambil lihat data di sana. Misalnya gini, coba kita lihat zona 1, ada masalah apa di sana, nah itu langsung kelihatan secara real time. Kita bisa langsung ambil keputusan untuk solusinya seperti apa,” tandas Rino.
Ardani
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf menyampaikan pembangunan comand center diharapkan bisa segera rampung di akhir tahun. Pihaknya ingin di saat satu tahun jajaran direksi menjabat, ada inovasi dan prestasi yang bisa disampaikan ke publik.

“Dari command center itu kan kita bisa jadi dasar langkah program kita, atau solusi saat ada masalah di wilayah, yang kita bisa pantau dan monitor dari sini. Mulai dari produksi, transmisi sampai distribusi. Lancar atau tidak, mana saja yang ada masalah. Bisa kita pantau langsung dari sini,” tandas Ardani.

Command center ini rencananya akan beroperasi selama 24 jam, dengan operator sebanyak empat orang dengan sistem satu shift. Sehingga jika diterapkan tiga shift akan membutuhkan sebanyak 12 orang.

“Karyawan eksisting yang akan diberdayakan. Kita berharap ini menunjang program-program kita di tahun depan, penyempuranaan jaringan hingga pembuatan DMA, semua masuk command center ini. Termasuk kebocoran-kebocoran, kita bisa pantau dari sini,” tutup Ardani. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *