by

PC PMII Bersiap Demo Pemkab Bogor

BOGORONLINE.com, CIBINONG – Menjawab keluhan warga Tegar Beriman atas meroketnya harga minyak goreng (Migor), ratusan Mahasiswa dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor segera melakukan demo depan kantor Pemkab Bogor.

Ketua PC PMII Miftahuddin mengatakan, kenaikan harga Migor jelang bulan puasa tahun ini amatlah merugikan rakyat kabupaten ditengah kondisi ekonomi yang sulit, akibat virus corona (COVID-19) yang belum juga tuntas sampai sekarang. Berdasarkan data yang di rilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor belum lama ini. Tahun 2021 diperkirakan kemiskinan sebesar 7,99%, dari sebelumnya 7,69%. Pada tahun 2019 ke 2020 terjadi kenaikan kemiskinan sebesar 1,03%. Apalagi masih ia menambahkan, pengangguran masih cukup besar, jika di tilik dari jumlahnya sekitar 12,22% atau sekitar 340.604 orang di Kabupaten Bogor belum memiliki pekerjaan tetap.

“Dengan kondisi yang serba sulit ini ditambah Migor dan kebutuhan bahan pokok jelang Bulan Suci Ramadhan naik. Kita harus turun ke jalan menyurakan keluh kesah dari warga kepada legislatif dan eksekutif,” tagasnya saat dihubungi bogorOnline.com Jumat (25/03/22).

Sebelumnya, Warga Bumi Tegar Beriman merasa terluka bernegara, lantaran harga minyak goreng (Migor) kemasan dan curah melambung tinggi. Hal itu seperti keluhan dari salah satu penjual gorengan di wilayah Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri Emi mengatakan, dirinya terpaksa menaikan harga jual gorengan yang dahulu Rp5000 bisa dapat lima, sekarang empat saja. Itu ia lakukan karena Migor curah 1 liternya mencapai dupuluh ribu lebih yang dahulu cuma belasan ribu saja.

“Mau gimana lagi kita cuma bisa dumel dan pasrah pada kenaikan harga saat ini. Kalau mau protes kemana, sedangkan mencari nafkah harus terus berjalan,” keluhnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi kemarin.

Terpisah salah satu Pemilik warung makan pada Kecamatan Citeureup Eni mengatakan, dirinya juga merasa berat dengan naiknya minyak curah yang 1 liternya dulu Rp 12000 sekarang Rp 25000 di pasar tradisional.

“Sekarangmah ga usah goreng-goreng dah di rebus saja, kaya yang lagi viral itu, nyuruh di rebus,” sindirnya saat di temui di lokasi Rabu (23/3/22).(rul)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.