BOGORONLINE.com – Atap ruangan kelas sekolah dasar negeri di Kota Bogor kembali terjadi ambruk. Kali ini terjadi pada atap empat ruangan kelas SDN Ciheuleut 1 dan 2 di Jalan Pakuan, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Senin (28/3/2022).
Sebelumnya atau tepatnya 16 September 2021 di kelurahan yang sama, atap dua ruangan kelas SDN Otista yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata, mengalami ambruk. Peristiwa itu terjadi pada siang hari.
Ambruknya atap ruangan kelas SDN kembali mendapat sorotan dari DPRD Kota Bogor. Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Eka Wardhana langsung turun menyambangi SDN Ciheuleut 1 dan 2, pada Senin (28/3/2022) siang.
Politisi partai Golkar ini merasa prihatin dengan kondisi bangunan SDN di Kota Bogor hingga bisa berulang ambruknya atap ruangan kelas. Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah cepat terhadap SDN Ciheuleut 1 dan 2.
“Yang pasti tidak ada kata lain selain prihatin. Itu pertama. Kedua dibalik keprihatinan itu tentunya harus ada langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot Bogor baik wali kota dan kami di DPRD berkatian menyikapi kondisi ini,” kata Eka.
Tak hanya SDN Ciheuleut, Eka meminta secara menyeluruh terhadap satuan pendidikan yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan untuk dilakukan inventarisasi mengenai kelayakan bangunannya. Hal itu agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.
“Kami melalui komisi IV langsung melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan kondisi dua tahun ini. Kami ingin ada inventarisasi layak atau tidak layaknya bangunan terutama sekolah dasar menyeluruh di Kota Bogor,” ujarnya.
Eka mengatakan, dari informasi yang diterima dari Disdik bahwa SDN Ciheuleut 1 dan 2 masuk dalam program revitalisasi di tahun 2022. Pada tahun ini, kata Eka, lembaganya memang memberikan perhatian khusus untuk sarana prasarana pendidikan.
Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Komisi IV Sahid Muhammad Mohan menerangkan, sejak ambruknya atap ruangan kelas SDN Otista, pihaknya sudah meminta Disdik untuk menginventarisir bangunan sekolah yang perlu mendapatkan perbaikan melalui APBD 2022.
SDN Ciheuleut 1 dan 2 disebutkan oleh Mohan menjadi salah satu sekolah yang seharusnya sudah direvitalisasi tahun ini. Ia menyebutkan alokasi anggaran untuk revitalisasinya Rp600 juta, sementara konsultan pengawasan Rp43 juta dan konsultan perencanaan Rp45 juta.
Namun Mohan mempertanyakan hingga hari ini belum juga dilaksanakan revitalisasi SDN Ciheuleut 1 dan 2. “Nah yang jadi pertanyaan kenapa sekarang belum dilaksanakan juga. Artinya kita kecolongan lagi,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Disdik Kota Bogor Dani Rahadian mengemukakan, paskaambruk dirinya langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Ruangan-ruangan kelas tersebut tahun ini akan direvitalisasi bersama juga dengan SDN Otista.
“Tahun ini memang pembangunan SDN Ciheuleut 1 dan 2 senilai Rp600 juta. Sama dengan SDN Otista nilainya Rp600 juta juga. Dan ada beberapa sekolah mulai dari PAUD, SD dan SMP,” kata Dani.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa proses perencanaan pembangunan di Disdik mulai diproses dari Januari hingga April. Setelah itu baru dilanjutkan dengan proses lelang untuk pembangunan fisik.
“Untuk detail dan teknisnya yang lebih tahu kabid sarpras. Coba ditanyakan. Tapi untuk anggaran tahun ini totalnya Rp29 miliar, itu untuk rehab dan ada lanjutan pembangunan sekolah satu atap,” tandasnya.
Dari informasi menyebutkan, atap empat ruang kelas SDN Ciheuleut 1 dan 2 ambruk sekira pukul 01.00 WIB pada saat hujan deras mengguyur wilayah setempat. Kondisi konstruksi atap sudah keropos dan bangunan yang sudah rapuh mempengaruhi terjadinya peristiwa tersebut. (Hrs)





