Cibinong – Komisi III DPRD Kabupaten Bogor mendorong program Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) untuk bisa menganggarkan setiap desa genap Rp1 miliar pada 2023 mendatang.
“Saya mendukung untuk tahun 2023 anggaran Samisade bisa genap Rp1 Milyar per desa. Tinggal nambahin sedikit saja dari anggaran 2022 ini,” kata ketua komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Tuti Alawiyah, Kamis (7/4).
Pasalnya, pemerintah kabupaten Bogor (pemkab) Bogor menganggarkan SAMISADE dari APBD 2022 sebesar Rp395 miliyar untuk 415 desa se-kabupaten Bogor.
“Artinya, ini ada desa yang tidak mendapatkan anggaran genap Rp1 milyar. Melihat efektivitas Samisade ini, saya dukung agar minimal Rp1 Milyar per desa atau setidaknya genap Rp 1 Milyar per desa,” tegas Tuti.
Menurut Tuti, program andalan Bupati Bogor, Ade Yasin itu terbukti bisa membuat desa membangun. Sehingga, hasil dari SAMISADE itu bisa mengantarkan kabupaten Bogor kepada zero desa tertinggal.
“Ini adalah program yang tepat yang harus didukung keberlanjutan. Desa adalah subyek dan locus pembangunan, membangun harus dari desa. Jika desa membangun dan sejahtera maka otomatis Kabupaten Bogor akan maju dan sejahtera juga,” katanya.
Terlebih, kata Tuti, program tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Desa dan PDT sebagai kebijakan tepat untuk mempercepat pembangunan desa. Apresiasi Menteri Desa dan PDT, lanjut Tuti, merupakan pemacu untuk terus memperkuat dan meningkatkan program tersebut.
“Saya kira Samisade yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bogor bisa dijadikan contoh dan diduplikasi di daerah lain dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal,” ujar Tuti.
Tuti mencatat, pada 2021 dengan alokasi dana sebesar Rp372,9 Milyar, SAMISADE berhasil membangun 542 kilometer jalan, 29 jembatan, irigasi dan drainase, serta infrastruktur lainnya.
“Alhamdulillah juga, selain hasilnya yang maksimal, dalam pelaksanaan SAMISADE tidak ditemukan penyimpangan. Bersih dan transparan,” pungkas Tuti.





