Cegah PMK, Sapi di Kota Bogor Mulai Terima Vaksin

BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggencarkan vaksinasi untuk hewan ternak. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Bogor.

Kepala Bidang Peternakan pada DKPP Kota Bogor Drh Anizar mengatakan, vaksinasi PMK perdana dilakukan di kandang ternak di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. “Untuk di Bogor Selatan kita ada 6 kelurahan dengan 10 sampai 12 titik kandang ternak,” katanya, Rabu (29/6/2022).

Pemberian vaksinasi PMK seperti yang dilakukan di kandang ternak milik Dedi Supriadi di Kelurahan Pamoyanan. Di sana, ada 13 ekor sapi yang menerima vaksin pertama.

“Pada sapi milik pak Dedi yang divaksin ada 13 ekor. Ada diduga bunting kita tidak mau ambil risiko takut keguguran dan kedua karena kurus. Jadi ada 2 ekor yang tidak bisa divaksin karena kondisi tidak memungkinkan,” ungkap Anizar.

Ia mengatakan, pemberian vaksinasi diutamakan pada sapi yang kondisi sehat dan tidak terpapar PMK. Untuk ini, pemeriksaan klinis pada hewan ternak dilakukan sebelum menerima vaksin.

“Jadi sebelumnya kita lakukan pemeriksaan klinis, ada uji temperatur, ketika normal, gejala klinis sehat, baru kita vaksin. Untuk dosisnya 2 mililiter per ekor,” imbuhnya.

Anizar juga menjelaskan, adanya efek samping dari vaksin ini. Sapi akan mengalami deman paling lama tiga hari dan kurang nafsu makan.

“Efek samping deman yah, terus berkurang nafsu makan, tapi deman akan hilang dalam 2, 3 hari, jadi tidak usah panik,” katanya.

Pemberian vaksin kedua akan dilaksanakan kembali setelah sapi menerima vaksin pertama. Vaksinasi ini juga bisa diberikan pada sapi yang terjangkit PMK, namun setelah dinyatakan sembuh.

“Kita lakukan lagi booster 4 minggu kemudian untuk booster kedua. Imunitas itu akan terbentuk selama 6 bulan. Tapi kalau dia (sapi) sudah sakit, terus sudah sembuh bisa kita vaksinasi setelah enam bulan,” pungkasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *