Janji Kampanye Bima-Dedie di RPJMD Perubahan

BOGORONLINE.com – Wali Kota Bogor Bima Arya membuka acara sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perubahan 2019-2024 di Hotel Salak Heritage, Pabaton, Bogor Tengah, pada Selasa (26/7/2022). Bima Arya mengatakan tiga hal mendasari RPJMD mengalami perubahan. Yakni penyesuaian pandemi Covid-19, regulasi dan aspirasi.

“Tapi semuanya tetap tidak boleh jauh dengan janji kampanye. Nanti akan disosialisasikan lagi, mana janji kampanye yang bisa bergeser dan mana yang tetap bisa berjalan,” kata Bima Arya.

Ia kembali menegaskan tugas semua jajarannya untuk mensosialisasikan janji kampanye agar jelas hingga akhir masa jabatannya. Mana target yang sudah tercapai dan mana saja yang meleset.

“Saya minta juga semuanya all out, karena saya dan pak wakil akan all out berjuang sampai titik darah penghabisan, sampai 31 Desember 2023 untuk memaksimalkan target-target kami,” tegas Bima Arya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, secara umum dari visi misi tidak berubah. Seperti Bogor Lancar, Bogor Motekar, Bogor Samawa, Bogor Merenah dan juga Abdi Bogor.

Dari pencapaian target, lanjutnya, ada beberapa yang sudah dilakukan dan on progres sampai dengan target yang ditetapkan. Ada pula beberapa secara realistis kemungkinan besar tidak dilakukan, namun ada proses pengalihan. Misalkan pada Bogor Lancar.

“Di Bogor Lancar ada janji politik terkait flyover RE Martadinata dan Kebon Pedes. RE Martadinata sudah terimplementasi, lalu Kebon Pedes sudah diajukan DED-nya di PUPR ke provinsi tahun 2023 usulannya tetapi tidak bisa terakomodir karena proses perencanaan dan pembebasan lahan belum selesai. Yang kedua karena kewenangan, Jalan Kebon Pedes dan Pemuda itu kewenangan provinsi Jawa Barat,” paparnya.

Namun begitu, untuk pencapaian target Bogor Lancar tersebut, salah satunya ada keinginan menyelesaikan jembatan Otista, di mana sekarang menjadi titik bottleneck yang menimbulkan kemacetan di pusat kota. “Itu memang tidak ada pada janji politik, tapi itu kami upayakan oleh kita sebagai target yang realistis.”

Dikatakan Rudy, perencanaan pembangunan jembatan Otista telah selesai dilakukan termasuk pembebasan lahan dan sedang berproses saat ini pengajuan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam RKPD 2023 usulan terkait jembatan Otista dari Pemerintah Kota Bogor telah masuk dengan alokasi anggaran Rp52,5 miliar.

“Semoga ini terealisasi di APBD Provinsi Jawa Barat sehingga 2023 penyelesaian Otista menjadi salah satu titik pengurai kemacetan bisa terlaksana,” tandas Rudy.

Selain kegiatan tersebut, penataan angkutan kota melalui rerouting, shifting, kompensasi adalah kegiatan yang diupayakan agar penataan transportasi lebih terpadu tercapai. Untuk keterpaduan stasiun Bogor dengan Alun Alun Kota Bogor, Rudy melihat sudah ada hasilnya atau terintegrasi di antara kedua fasilitas tersebut.

Mengenai RTLH, dikatakan pria yang hobi bulutangkis itu, dari target 20 ribu unit, hingga saat ini yang telah terealisasi 17 ribu unit. Selanjutnya on progres pada 2022 dialokasikan 6 ribu unit dan tahun depan masih terus dianggarkan untuk program RTLH.

Ia mengatakan berkaitan kemiskinan sangat terpengaruh dengan kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya, ketika ada pembatasan-pembatasan kegiatan itu sangat mempengaruhi struktur ekonomi. “Karena PDRB kita pada sektor tersier pada perdagangan jasa. Perdagangan jasa kami pada sektor restoran kafe dan mal pada saat itu ditutup. Kalau ditutup akses pasar ke ekonomi tertutup juga. Itu mempengaruhi juga,” kata Rudy.

Bila melihat tren dari 2015 sampai 2019 penurunan terjadi sampai angka 5 persen. Kemudian naik di angka 6-7 persen. Begitu pula tingkat pengangguran di angka 9 persen, mengalami kenaikan 3,5 persen. Hal ini karena kondisi bukan pada sektor yang padat karya, namun sektor jasa yang terpengaruh oleh pembatasan pada saat itu.

“Nah ini proses recovery yang harus dilakukan supaya kembali ke normal. Kondisi grafik secara umum Covid-19 berat di Juli 2021, kemudian Februari 2022, dan sekarang naik lagi angka. Mudah-mudahan tidak ada versi 2 atau 3,” kata Rudy memungkas. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *