BogorOnline.com-CIBINONG
Demo kanikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh puluhan Mahasiswa dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor sempat diwarnai kericuhan dengan aparat setempat di depan gerbang Pemerintah Daerah (Pemda) tempatnya Jalan Raya Tegar Beriman Cibinong Kamis (8/9/22).
Ketua PC PMII Kabupaten Bogor Miftahuddin mengatakan, aksi yang dilakukan pihaknya saat ini lantaran
Indonesia sedang dalam keadaan pemulihan ekonomi akibat covid-19. Hal ini pun masih dirasakan oleh masyarakat sampai saat ini yang belum teratasi. Ditambah pemerintah menambah masalah dengan dinaikkannya BBM. Akibatnya banyak masyarakat yang tergolong ekonomi menengah kebawah semakin memprihatinkan. Akibat daripada kenaikan bahan bakar masih ia menjelaskan, sangatlah buruk bagi masyarakat. Dikarenakan kenaikan BBM memicu inflasi tinggi akan terjadi dan akan menambah angka kemiskinan yang sebenarnya sudah turun jika dibandingkan tahun 2021.
“Tercatat pada tahun 2021 angka kemiskinan mencapai 27,54 juta penduduk dengan persentase 10,14% dan pada
tahun 2022 angka kemiskinan menunjukkkan pada angka 26,16 Juta penduduk dengan persentase 9,54%,” tagasnya ketika berorasi di lokasi.
Masih Miftah menambahkan, jika Pemerintah menaikkan BBM maka akan terulang lagi kejadian pada tahun
2005-2006 yang mana angka kemiskinan berada pada angka 35,1 juta jiwa dengan persentase 15,97% naik menjadi 39,3 Juta dengan persentase 17,75%. Adapun kenaikan bahan bakar minyak (BBM) akan mencederai visi Indonesia Emas 2045 yang
mana salah satu intisari visi utamanya adalah mewujudkan masyarakat berkualitas dan bebas dari
kemiskinan. Bagaimana bisa mencapai visi tersebut jika kenaikan BBM yang dilakukan
Pemerintah akan memicu bertambahnya angka kemiskinan.
Apalagi masih ia mejelaskan, di Kabupaten Bogor sendiri angka kemiskinan mencapai angka 7,99% pada akhir tahun 2021. Bila di kaji secara mendalam maka angka tersebut juga akan ikut naik akibat adanya kenaikanBBM. Karena, secara umum ketika harga BBM naik maka kebutuhan pokok akan ikut naik dan
akan terjadi ketidak seimbangan antara kebutuhan dan pendapatan. Jika dilihat dari pendapatan UMK Kabupaten Bogor tahun 2022 adalah yang terkecil di wilayah Jabodetabek yakni sebesar 4.217.106,00.
“Akan bertambah berapa persen angka kemiskinan jika menaikkan harga BBM. Akan banyak pula masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhannya,” tegasnya.(rul)





