Babakan madang – Warga RW 09 dan 12 Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakanmadang Kabupaten Bogor harus merasakan dua perasaan sedih dan senang di waktu yang sama.
Sebab, 17 orang warga terdampak pergeseran tanah pergi melaksanakan ibadah umroh di saat kondisi kampungnya tengah dalam bencana alam.
“Ada 17 orang berangkat umroh hari ini, semuanya warga terdampak bencana,” kata warga RW 15, Narita kepada wartawan, Jumat (16/9).
Umroh serentak itu disambut kebahagiaan oleh ratusan warga Bojong Koneng dengan mengantarkan para jamaah ke Jakarta sebelum berangkat ke mekah.
“Warga ini ikut rombongan untuk mengantar umroh, disini (lokasi bencana) sepi, cuman ada sebagian (warga),” paparnya.
Di tengah kesedihan tertimpa bencana, mau tak mau para jamaah umroh itu harus meninggalkan rumahnya yang tengah dalam ancaman pergeseran tanah.
“Ini sudah direncanakan (sebelum bencana), gimana mau ninggalin umroh,” ungkapnya.
Sebab, kata dia, untuk melaksanakan ibadah umroh itu tidak cukup waktu sebentar untuk menunggu.
Setidaknya, terdapat puluhan mobil roda empat dan sejumlah bus isi 60 orang hendak mengantarkan 17 jamaah umroh itu.
“Ada 7 bus, mobil sekitar 20. Hampir semua warga sini ikut nganter. Tapi ada juga yang disini, saya juga ga ikut nunggu disini aja,” pungkasnya.





