BOGORONLINE.com – Anggota MPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menyampaikan sosialisasi empat pilar, yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu di Kota Bogor.
Diah mengatakan, dalam sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, yang bertepatan dengan Hari Ibu, ia lebih mengetengahkan peran perempuan dalam konteks menjaga nilai kebangsaan dan nilai Pancasila.
Namun, lanjutnya, satu sisi juga pentingnya perempuan untuk berpartisipasi di ranah publik dan politik. Terlebih peran perempuan hari ini sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat dan yang lebih luas lagi tentunya bagi kehidupan bangsa.
“Di sini banyak kader-kader perempuan juga di tingkat RT RW, mereka itu mendata, berkomunikasi, kadang juga ikut rapat-rapat di lingkungan, dan menurut saya dialog seperti ini penting, sehingga mereka juga memaknai satu nilai kebangsaan, memahami posisi mereka juga di ruang publik, di lingkungan mereka juga peran kepemimpinan mereka itu menjadi penting,” katanya di Gedung Pertanian Zainuddin Harapan, Kamis (22/12/2022).
Kemudian partisipasi perempuan di lingkungan masyarakat, kata Diah, seperti anggaran operasional untuk kader perempuan itu tentunya harus menjadi perhatian dari kepala daerah. Sebab, mereka sering kali diminta penuh waktunya untuk mendata ataupun mengurus masyarakat dan sebagainya.
Di momentum peringatan Hari Ibu ini, Diah mengatakan, menyongsong tahun politik 2023 dan 2024, dirinya mengharapkan juga perempuan Indonesia ikut aktif, partisipatif, mengartikulasikan kepentingan-kepentingan di ruang politik, sehingga hal itu menjadi isu sentral dalam pemilu nanti.
“Selain juga saya ini kaukus perempuan parlemen Republik Indonesia mengambil tagline kawal perempuan menang, mengingat banyak agenda kongres perempuan dari mulai kongres satu hingga hari ini, jadi menurut saya sah-sah kalau kami mensupport perempuan Indonesia untuk memenangkan juga kursi-kursi elektoral di pemilu mendatang,” katanya.
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Rumah Kedua Kota Bogor, Dewi Puspasari menyampaikan, bahwa ada hak anak dan perempuan disabilitas yang ingin diperjuangkan melalui wakil perempuan di parlemen untuk dapat difasilitasi oleh pemerintah. Dirinya menyampaikan harapan adanya kebijakan pemerintah mengenai perlindungan anak dan perempuan disabilitas.
“Mudah-mudahan harapan perempuan-perempuan yang ada di masyarakat itu bisa tercapai perwakilan kami di parlemen. Kami berharap ada kebijakan pemerintah, paling tidak seperti dilakukan negara tetangga, anak disabilitas dan perempuan disabilitas itu free mendapatkan perlindungan dari negara,” katanya. (Hrs)





