BOGORONLINE.com – Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan Cabang Cibinong mencatat sebanyak 4,7 juta jiwa atau 87,28 persen dari total penduduk Kabupaten Bogor 5,38 juta jiwa telah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS kini terus melakukan berbagai inovasi untuk mengajak sekitar 12 persen atau 685.043 warga Kabupaten Bogor yang masih belum menjadi peserta untuk mendaftar program tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Betty Parapat dalam kegiatan Ngobrol Program Terkini (Ngopi) JKN di Bogor, Kamis, 9 Februari 2023.
“Dari jumlah 4,7 juta peserta, sebanyak 2,2 juta peserta di antaranya merupakan PBI atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan sisanya, 2,4 juta perserta merupakan non-PBI,” ujarnya.
PBI yang dimaksud adalah masyarakat yang iurannya dibayar oleh pemerintah baik APBD ataupun APBN, sementara non-PBI artinya pekerja penerima upah atau peserta mandiri.
Betty menyebut terjadi tren penambahan peserta JKN dari tahun ke tahun. pada tahun lalu, jumlah warga Kabupaten Bogor yang belum menjadi peserta JKN sebanyak 852.060 jiwa atau 15,99 persen dari jumlah penduduk 5,3 juta jiwa. Sementara yang menjadi peserta JKN saat itu jumlahnya sebanyak 4,47 juta jiwa atau 84,01 persen dari jumlah penduduk,” katanya.
Menurutnya, tren peningkatan jumlah peserta JKN tersebut menjadi prestasi tersendiri, mengingat, Kabupaten Bogor memiliki kendala berupa wilayah yang luas dan jumlah penduduknya terbanyak se-Indonesia di tingkat kota/kabupaten.
Pada kesempatan itu, ia menerangkan bahwa pihaknya kini terus berinovasi untuk mempermudah peserta dalam menerima layanan JKN, salah satunya program petugas BPJS Siap Membantu (Satu) di rumah sakit.
“Jika peserta JKN-KIS yang berobat di rumah sakit membutuhkan informasi terkait layanan Program JKN-KIS atau pun menyampaikan keluhan atas pelayanan yang didapat selama berobat bisa disampaikan kepada petugas BPJS Satu,” kata Betty. (*)





