Ramadhan Bulan Pendidikan

Headline, Pendidikan1.3K views

“addabbani rabbi fa ahsana ta’dibi” (Tuhanku telah mendidikku, sehingga menjadikan baik pendidikanku). “Puasa adalah umtukKu” kurang lebih inilah dua buah hadis yang akan kita jadikan cara pandang dalam menempatkan Ramadhan sebagai bulan Pendidikan, dimana Allah sebagai Rabb (Pendidik)nya dan kita (orang – orang beriman) sebagai peserta didik.
Diantara proyek besar yang diemban oleh Pendidikan adalah, proyek kebudayaan. Pendidikan dalam hal ditugasi untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan pada manusia hingga dengan nilai itu mempengaruhi pikiran, perasaan, perkataan, sikap, pendirian, pandangan dan perbuatannya. Melalui kesadaran nilai itulah manusia memiliki kehendak bebas untuk berkreasi dan berinovasi menciptakan berbagai hal untuk memenuhi kebutuhan manusia dan untuk menjaga serta mengembangkan kehidupannya. Dari sinilah peradaban lahir, tumbuh dan berkembang. Seharusnya, pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan sebuah peradaban lahir dari kesadaran nilai yang memberinya tujuan, jalan dan arah. Agar tumbuh berkembangnya peradaban harus berpijak atau bertumpu pada basis nilai yang kuat dan kokoh. Ketika peradaban lepas dari nilai, norma dan moral yang benar, maka peradaban akan lepas kendali yang akan membawa manusia didalamnya menuju lembah kehancuran dan kehinaan sebagaimana yang kita kini rasakan dimana peradaban modern barat sedang mengarahkan dan mengendalikan dunia tanpa nilai – nilai spiritual yang menyangganya.
Ramadhan, mengajak kepada seluruh orang – orang beriman untuk menyerahkan pikiran, perasaan, perilaku, sikap, pendirian, dan pandangan hidupnya kepada Allah SWT. Menjadikan Allah SWT sebagai pandangan dalam melihat dan memahami dunia, menjadi sikap dan pendiriannya dalam menghadapi dan menjalani kehidupannya. Kesadaran Ilahiyah inilah yang seharusnya mengarahkan dan bahkan mengendalikan kehendak dan kreatifitas manusia dalam melahirkan dan mengembangkan peradabannya.
Ramadhan sebagai bulan Pendidikan bertujuan membentuk identitas asli manusia. Sebuah identitas yang tentunya sesuai dengan fitrah penciptaannya. Melalui identitas sejatinya inilah manusia berkehendak untuk menciptakan kehidupan yang sesuai, sejalan, selaras dan seimbang dengan fitrah penciptaannya. Kreatifitas dan inovasi untuk menjaga dan mengembangkan kehidupannya tiada lain agar fitrahnya dimaksud bisa tumbuh dan berkembang menuju penciptaNya. Pendidikan yang dijalankan di bulan Ramadhan ini, sejatinya adalah Pendidikan yang semakin menguatkan dan mengokohkan akar keyakinan dan kepercayaan pada Allah SWT, kemudian akar itu tumbuh dan berkembang menuju kepada-Nya.
Pasca Ramadhan adalah, sebuah harapan besar agar orang – orang beriman kembali kepada fitrah sejatinya (Ídul Fitri) sesuai dengan tujuan penciptaannya. Ramadhan yang tidak atau gagal mengembalikan orang – orang beriman pada fitrah sejatinya, berarti menempatkan Ramadhan hanya sebatas ritual-seremonial yang kering akan makna. Ayo kembali kita masuk ke sekolah Ramadhan secara ikhlas dengan menyiapkan alat dan cara yang bisa menyingkap dan menangkap makna dibalik tumpukan hikmah yang tersimpan didalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *