BOGORONLINE.com – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau pembangunan skybridge atau jembatan layang yang menghubungkan Stasiun Bogor, Stasiun Paledang, dan Alun-alun Kota Bogor. Sampai saat ini, progres pembangunan skybridge mencapai 36 persen.
Dedie mengatakan, Stasiun Bogor, Stasiun Paledang Alun-alun menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor untuk penataan dan integrasi moda transportasi di Kota Bogor.
“Jadi seperti disampaikan sebelumnya, kemarin kami mulai merapikan PKL (pedagang kaki lima) dan memperbaiki beberapa akses terutama dari Alun-alun ke Masjid Agung yang dilanjutkan ke Jalan Pengadilan dan Sawojajar,” katanya, Jumat, 16 Juni 2023 di Stasiun Paledang.
Hal itu, sambung Dedie, menjadi bagian dari persiapan ketika pembangunan skybridge selesai. Sebab, ia meyakini masyarakat yang menggunakan kereta akan meningkat dengan kondisi fasilitas yang lebih baik tersebut.
“Jadi itu yang utama kami ingin ada semacam kolaborasi, sinergi dan koordinasi antara pemkot, PT. KAI dan Balai Besar Perkeretaapian,” ujar Dedie.
Disamping itu, pihaknya juga ada keinginan mencarikan solusi untuk PKL. Untuk itu, dirinya menanyakan kemungkinan adanya semacam stand bagi UMKM Kota Bogor di area skybrigde.
“Jangan sampai PT KAI atau Balai Besar Perkeretaapian menyediakan fasilitas tapi yang memanfaatkan bukan orang Bogor, padahal kita punya persoalan di sekitar stasiun, ada pedagang-pedagang yang cukup lama berjualan di sekitar Alun-alun yang mungkin diprioritaskan, kita tata dan selesaikan dengan memanfaatkan sarana prasarana yang ada,” paparnya.
Pihaknya juga berharap PT. KAI dapat mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) sampai Lido, Kabupaten Bogor agar masyarakat di wilayah Bogor Selatan tidak semua datang ke tengah Kota. Sebab, saat ini frekuensi lalu lintas di Kota Bogor sudah cukup tinggi.
“Kemudian kalau kita bangun stoplight di BNR dan di Rancamaya mungkin bisa mengurai kepadatan calon penumpang yang masuk dan keluar dari Stasiun Bogor,” harapnya.
Disinggung mengenai jembatan penyeberangan orang (JPO) yang melintang di atas Jalan Kapten Muslihat, dijelaskan Dedie, pada prinsipnya akan dihilangkan setelah selesainya skybrigde.
“Penghapusan aset sendiri sudah diusulkan dan sudah disetujui untuk dibongkar, sehingga nanti tidak ada lagi JPO di depan Lapas Paledang,” pungkasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Besar Perkeretaapian Defri Gunawan mengatakan, untuk progres pembangunan skybrigde sampai saat ini sudah 36 persen.
Sedangkan pembangunan skybrigde ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023 ini. Diketahui, pembangunan skybrigde dimulai Desember 2022.
“Progres 36 persen ini sudah ada konstruksi utama skybridge maupun stasiun Paledang. Rencana target paling lambat akhir tahun ini sudah beres termasuk pengujian-pengujian karena kita ingin masyarakat yang menggunakan skybridge ini baik umum maupun calon penumpang secara keselamatan aman,” papar Defri.
Untuk lanjutan pembangunan jembatan layang yang melintasi Jalan Kapten Muslihat, ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
Dalam dokumen Andalalin, pengerjaan jembatan layang tersebut akan dilakukan pada malam hari saat kondisi arus lalu lintas kendaraan sepi.
“Secara lalu lintas jalan raya kami meminimalkan kemacetan, karena kalau dilaksanakan siang hari kami khawatir (terjadi kemacetan),” ujarnya.
Rencananya, skybrigde Stasiun Bogor, Stasiun Paledang dan Alun-alun Kota Bogor, juga underpass Stasiun Batutulis serta double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi termasuk beberapa JPO di wilayah Kecamatan Bogor Selatan akan diresmikan akhir tahun ini.
“Tentunya dengan beroperasi itu kapasitas akan meningkat. Kami akan berkolaborasi dengan PT KAI untuk meningkatkan frekuensi kereta. Karena selain penumpang, juga ada rencana kereta barang nanti diaktifkan kembali,” tutupnya. (Hrs)





