Viral !!! Mahasiswi Baru UNPAK Bogor, Diduga Dianiaya Sepupu Pedangdut Inisial SB

Bogor – Kasus Bullying di lingkungan pendidikan kembali terjadi di kota bogor, jawa barat. Korbannya AR (18) seorang mahasiswi cantik Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor. Para terduga pelakunya yaitu kakak seniornya AR dikampus, yang berjumlah kurang lebih 5 orang. Salah satu terduga pelaku diduga sepupu dari pedangdut top tanah air inisial SB.

AR dan kuasa hukumnya sudah membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (“SPKT”) Polresta Bogor Kota, dengan Nomor: STTLP/B/624/IX/2023/SPKT/POLRESTA BOGOR KOTA/POLDA JAWA BARAT. Tidak cukup sampai disitu, AR yang didampingi Kuasa Hukumnya Subadria Nuka, S.H. dan Triyogo Waluyo, S.H. kembali mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), pada hari Jum’at (13/10).

“ Ya betul, kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu terduga pelaku yang merupakan sepupu pedangdut inisial SB. Dan kami juga masih mencari tau kebenaran tersebut” ujar Subadria Nuka saat ditemui di Polda Metro Jaya, senin (16/10).

Lanjut kuasa hukum, permohonan yang disampaikan ke LPSK semata untuk memberikan rasa aman agar terpenuhinya hak atas perlindungan kepada AR (Korban/Klien). Karena atas kejadian kekerasan tersebut, AR mengalami rasa trauma dan juga sempat mendapatkan intimidasi ataupun ancaman dari salah satu kerabat terduga pelaku.

Sebelumnya, AR yang merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, menjadi korban bullying disertai dengan kekerasan. Kejadian yang menimpa AR, diduga terjadi pada saat proses rangkain kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (“OSPEK”). Kekerasan yang berupa kekerasan baik secara verbal maupun non verbal, diduga pelakunya adalah kakak senior nya dikampus yang berjumlah 5 orang. Akibat kejadian yang dialaminya tersebut, AR sempat mengalami lebam, luka pada area wajah, ganguan pada telinga dan mata.

“Tindakan arogan seperti ini tidak bisa ditoleransi, oleh karena itu kami ingin proses hukum terus berjalan. Harapan kami, pihak Universitas melalui Fakultas sesegera mungkin mengambil langkah tegas terhadap para terduga pelaku agar tidak terjadi kembali diangkatan-angkatan berikutnya, dan jangan sampai menjadi tradisi tiap tahunan” tambah Triyogo Waluyo.

Pihak kuasa hukum sangat menyesali, atas lamban nya sikap tegas Universitas dan Fakultas untuk memberikan sanksi terhadap para terduga pelaku. Atas perbuatanya tersebut, para terduga pelaku dapat dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 dan 2 ke 1 dan atau Pasal 351 ayat 1 dan atau Pasal 353 ayat 1 KUHPidana jo Pasal 281 ayat 2 KUHPidana. (Istimewa/TW Law Firm)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *