Oknum Staf Kelurahan Ciampaeun Tapos Depok Diduga Tipu Masyarakatnya, Ini Kronologinya

Kiri, Syech Abdul Karim selaku pengembang perumahan Mutiara Tapos Depok, (Kanan) Herman salah seorang konsumen dari perumah tersebut.

DEPOK, BogorOnline.com – Miris, oknum pegawai pembantu kelurahan Ciampaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, diduga menjadi oknum modus penipuan pembuatan sertipikat namun tak kunjung jadi.

Menurut pengembang Perumahan Mutiara Tapos, Syech Abdul Karim mengungkapkan awal mula terjadinya dugaan penipuan terhadap konsumen perumahan yang ia buat, saat 2017 akhir lalu, tempat usaha pembangunan perumahannya itu didatangi oleh salah seorang staf kelurahan Ciampaeun Depok, yang menawarkan diri untuk dibuatkan sertipikat bagi 13 unit perumahan yang dia bangun.

Saat itu, dirinya tak menaruh curiga tentang gelagat oknum pegawai kelurahan ini yang secara tiba-tiba menawarkan dirinya untuk membuat sertipikat bagi ketiga belas (13) unit perumahan yang telah ia jual kebelasan konsumennya tersebut.

“Saat itu si saya tidak ada firasat apapun, atau menaruh curiga kepada oknum kelurahan Ciampaeun ini pada saat enam tahun kurang sebulan ini,” kata Syech Abdul Karim saat ditemui dipelataran Kantor Kelurahan Ciampaeun bersama enam (6) konsumennya itu, pada Jum’at (10/11/23).

Ia menjelaskan, seiring waktu berjalan dari 13 berkas yang tak kunjung jadi sertipikatnya itu, lantas tujuh (7) konsumen dari total tiga belas ini merasa sudah tak sabar untuk sesegera mungkin surat kepemilikan atas sebidang tanah dan rumahnya bisa cepat selesai. Akhirnya, ketujuh customernya itu berinisiatif untuk mengambil berkas-berkas yang tengah dipegang oleh oleh oknum kelurahan Ciampaeun yang diketahui berinisial MY tersebut.

“Karena terlalu dan nggak jadi-jadi, akhirnya ketujuh konsumen saya ini menginginkan mengurus secara mandiri, begitu pun enam customer yang saat ini berkasnya masih terkatung-katung. Sementara dana yang kami serahkan senilai Rp 91 juta,” ungkap dia.

Syech Abdul Karim berharap, kepada oknum MY dan Lurah Ciampaeun, Tapos diharapkan dapat menyelesaikan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang dialami oleh tujuh konsumennya tersebut.

“Saya harap pak Lurah dan beserta jajarannya ini bisa membantu dalam menyelesaikan polemik ini, antara konsumen kami dan kami sebagai pengembang terhadap salah seorang oknum stafnya itu,” papar dia.

Masih ditempat sama, salah seorang pemohon sekaligus konsumen dari perumahan Mutiara Tapos, Herman mengaku sangat geram akan tindakan yang dilakukan salah seorang oknum Kelurahan Ciampaeun, Kecamatan Tapos, Depok.

Dia menyebut, pihaknya beserta kelima  2023 nanti, bisa menerima seluruh berkas dan pengembalian dana yang telah diterima oknum staf Kelurahan tersebut.

“Simple saja kalau kami, hanya ingin meminta berkas dan uang kembali saja. Karena kami sudah cukup sabar selama enam tahun belakangan ini, yang hanya diberi janji-janji tapi tanpa kejelasan kapan sertipikat kami ini bisa selesai dikerjakan. Karena kami juga, ingin mengurusnya secara mandiri atau secara masing-masing,” tutupnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *