Terlihat, jalan Ciuncal-Karet di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saat diperbaiki kembali meski baru selesai dilakukan pengaspalan.
Cileungsi, BogorOnline.com – Masyarakat Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, keluhkan terkait proyek pengerjaan aspal yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa setempat pada tahun 2023 lalu, diduga asal jadi alias tak sesuai spesifikasi (Spek).
Menurut salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika pengaspalan jalan di wilayah desanya itu diduga terdapat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pasalnya, baru dikerjakan tak lama kemudian aspal yang dikerjakan bersumber dari dana Satu Milyar Satu Desa (Samisade) tahun 2023 itu banyak mengalami kerusakan.
“Saya masyarakat Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, mau mempertanyakan pengerjaan jalan dari dana SAMISADE oleh TPK Desa Situsari, mengapa baru diaspal langsung rusak,” tanya sumber kepada wartawan media ini, Rabu (10/1/24).
Ia menerangkan, pengerjaan aspal itu dilakukan oleh pihak pemerintah desa (Pemdes) Situsari melalui dana APBD Kabupaten Bogor tahun 2023 melalui TPK Desa setempat yang diketuai seorang Badan Urusan (Baur) Kesra Desa tersebut yaitu Ade RM, dengan dilaksanakan di wilayah dua kampung.
Diantaranya, kampung Karet-Ciuncal dengan panjang pengaspalan 750 meter dan lebar 3,5 meter, sementara di kampung Karet-Empu sepanjang 400 meter dengan lebar 3,5 meter.
“Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, proyek pembangunan yang melalui program Samside nya nggak beres. Baru selesai dikerjakan, aspalnya sudah hancur,” ungkap dia.
“Dan tanya juga pihak kades dapet, atau staff desa dapet fee berapa?. Cacatnya banyak itu desa Situsari, perihal ketahanan pangannya juga,” sambung dia.
Lebih lanjut ia memaparkan, dengan adanya aduan dan keluhan ini, diharapkan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dalam hal ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, bisa memanggil Kepala Desa Situsari maupun ketua TPK yang bersangkutan.
“Jika terbukti ada indikasi KKN, segera tindak sesuai hukum yang berlaku. Karena kami sebagai warga Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi sangat mengeluhkan kinerja dari seluruh perangkat desa Situsari yang dirasa kurang baik dalam mengerjakan perbaikan jalan dari program Samisade,” imbuhnya.
Ketika hal ini dikonfirmasi, Kepala Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Dahlan membantah keras tuduhan yang dilayangkan oleh warganya itu. Menurut dia, untuk dua lokasi pengaspalan yang telah dilaksanakan jajarannya itu total dengan panjang 1150 meter persegi dan lebar 3,5 meter.
“Serta kelengkapannya dan ketinggian 3 centimeter. Itu semua sudah diukur oleh tim monev Kecamatan, sudah sesuai dengan speknya,” aku Dahlan.
Ia tak menampik, terkait adanya kerusakan pasca di aspal yang disebut masyarakat tersebut memang benar adanya, akan tetapi langsung di perbaiki.
“Adapun kerusakan, betul memang sempet ada tapi langsung diperbaiki dan memang masih tahap perawatan kalau ada kerusakan itu saja kang. Jadi namanya, kesempurnaan mungkin engga ada pasti ada kekurangan kekurangan mah,” tandasnya.
Sementara, saat dikonfirmasi ketua TPK desa Situsari yakni Ade RM sekaligus menjabat sebagai Baur Kesra Desa tersebut, hingga berita ini ditayangkan enggan menjawab konfirmasi yang dilayangkan media ini.





