Suara Abah
Tidak ada perubahan yang fundamental tanpa kelas menengah (civil society) didalamnya. Mereka yang oleh Ali Shariati disebut sebagai “raushanfikr”. Orang – orang yang seperti darah yang mengalir didalam urat nadi masyarakat untuk merasakan getar nadi dan degup jantung masyarakat, merasakan harapan dan keinginannya untuk kemudian menyadarkan, mencerahkan, dan memberanikan masyarakat untuk bangkit merubah keadaan. Merekalah para intelektual-ideolog.
Tokoh agama dan cendekiawan yang kini ada sedang mencari tempat untuk istirahat, berhenti dan bahkan diam. Yang ada kini adalah para intelektual-pecundang yang berada emperan teras para penguasa (politik, ekonomi, hukum) sebagai anjing penguasa yang terus menggonggong terhadap mereka yang berseberangan dengan tuannya.
Masyarakat kini sangat menanti kelahiran para intelektual yang bisa membentuk dirinya, menyatukannya dan memberikan arah bagi pergerakan dan perubahan.
Seorang intelektual yang bukan hanya luas secara pemikiran namun juga tajam secara spiritual. Kejataman yang darinya keluar cahaya yang menerangi pikirannya. Yang ada kini adalah, intelektual yang berpikiran luas tanpa cahaya (Rocky Gerung) dan orang yang memiliki cahaya tanpa pemikiran yang tajam (tokoh agama). Yang satu menjadi liar dan yang satu lagi menjadi beku.





