BogorOnline.com – CIBINONG
Pemkab Bogor sedang membuat dagelan gerakan pangan murah melalui
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, dengan menjual kebutan sembilan bahan pokok (Sembako) kepada warganya di 17 kecamatan.
Hal tersebut seperti penjelasan Dewan Pembina Pimpinan Cabang Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (Garuda KPP-RI) Reza Sangardia Alfarisi mengatakan, giat Pemkab Bogor melalui instansi diatas bisa dikatakan dagelan. Lantara dana yang dikeluarkan adalah uang rakyat Bumi Tegar Beriman bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024, kurang lebih Rp 400 juta. Untuk membantu warga sekaligus menekan inflasi di 17 titik, 14 kecamatan yang disambangi gerakan pangan murah.
Mulai dari Cibinong, Citeureup, Babakan Madang, Klapanunggal, Jonggol, Sukaraja, Bojonggede, Tajur Halang, Rancabungur, Dramaga, Ciomas, Caringin, Cijeruk dan Megamendung.
“Ko bisa duit rakyat dijual lagi ke masyarakat, ini kan lucu menurut saya,” tegasnya saat dihubungi bogorOnline.com Rabu (28/02/24).
Lanjut Reza menambahkan, pasar murah itu seperti bakti sosial (Baksos). Artinya Pemerintah menyediakan barang-barang murah untuk masyarakat yang bersifat sementara. Begitu pasar murah selesai maka tidak ada dampaknya terhadap stabilitas harga. Padahal Pemkab memiliki kebijakan operasi pasar yang jauh lebih efektif untuk menekan harga.
“Operasi pasar berkaitan dengan instrumen untuk menjaga stabilitas harga jangka panjang, sementara pasar murah hanya untuk memberikan sedikit ‘nafas’ kepada masyarakat akibat kenaikan harga,” tambahnya.(rul)





