BogorOnline.com – CIBINONG
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bogor Adang Mulyana mengatakan, memang saat ini kewaspadaan Demam berdarah dengue (DBD), mengalami peningkatan kasus mulai akhir 2023. Terutama bulan Desember sebanyak 278 ke Januari 255 dan februari 137.
Dengan total sebanyak 392, kasus meninggal sebanyak empat orang. Untuk sebaran kasus DBD diwilayah Bumi Tegar Beriman dengan sebaran tertinggi di Nanggung 28, Cibungbulang 28, Pamijahan 27, Cileungsi 27, Leuwiliang dan Jonggol 25. Sedangkan kasus meninggal usia (6) tahun Babakan Madang( 8 ), Rancabungur, (8), Cijeruk (13) Cibinong. Semua kasus meninggal sudah menjalani perawat di Rumah Sakit (RS). Dengan adanya masih ia menambahkan, DBD itu pihaknya melakukan penyuluhan PS, larvasida dan fogging focus.
“Ditambah sebaran Dbd tersebut juga dipengaruhi okeh faktor cuaca kadang hujan kadang panas (panca roba), menyebabkan perindukan tempat bertelur nyamuk genangan air sangat banyak dan akhirnya menetas secara bersamaan,” tambahnya saat dihubungi bogorOnline.com belum lama ini.
Sebelumnya, Willayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dilanda penyakit Demam berdarah dengue (DBD), ratusan anak-anak dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi Jumat (1/03/24).
Hal tersebut seperti penjelasa Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi Amelia mengatakan, memang saat ini angka pasien DBD
dirumah sakitnya sedang mengalami peningkatan. Seiring dengan misim penghujan yang rata-rata mendapatakn rawat inap adalah anak, akibat nyamuk spesies Aedes, yatu Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Ditambah masih ia menjelaskan, untuk anak memang agak sulit melihat gejala awal, karena mereka susah komunikasi dengan orang tuanya.
“Sehinga orang tua harus lebih waspada bila anaknya mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celsius hingga munculnya bintik merah pada kulit,” ujarnya kepada Wartawan di RSUD hari ini.
Lanjut Amelia menambahkan, sedangkan penangan kusus tersebut dalam hal perawatan pasien oleh pihaknya, menjaga agar cairan tubuh tetap stabil. Dengan cara memberikan infus
agar terhindar dari dehidrasi dan memberikan obat sesuai dengan penyakit si penderita. Dengan adanya masih ia menambahkan, lonjakan kasus demam berdarah ini. Tentunya harus juga ada pencegahan dilingkungan sekitar rumah.
“Seperti menerapkan 3Mb yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD,” tambahnya.(rul)





