Sekretaris Damkar Kota Depok, Minta Masyarakat Maklumi Akan Keterlambatan Anggotanya

BOGORONLINE.COM – Maraknya bencana yang terjadi belakangan ini, menjadikan masyarakat terbiasa untuk saling bahu-membahu secara swadaya menangani masalah di lingkungannya masing-masing.

Menanggapi itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Anton mengatakan, bahwa di Jawa Barat hanya wilayah Kota Depok dan Kota Bandung yang penanggulangan bencananya, masih sepenuhnya ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran.

“Untuk di kota-kota lain sudah ada badan badan terpisah yang mengelola Rehab, Recon, dan lain-lain. Sementara Damkar sifatnya lebih ke rescue,” kata Anton kepada wartawan, pada Jumat (19/4/2024) akhir pekan lalu.

Ia mengaku, jajarannya saat ini telah membentuk forum koordinasi seperti Tanggap bencana, Bencana Kota Depok, maupun Command Center yang mengalirkan informasi kepada 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT), sehingga timnya itu dapat sigap jikalau ada bencana secara tiba-tiba.

“Seperti kemarin ada kejadian baliho jatuh di Parung Bingung, kita punya UPT di wilayah Kecamatan Bojongsari yang langsung ke lokasi,” imbuhnya.

Selain itu, guna menjawab masyarakat yang memaklumi keterlambatan tim glambir Kota Depok, Anton menerangkan, keterbatasannya dalam hal peralatan, sehingga mereka berkordinasi untuk kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Perhubungan (Dishub) serta pihak pihak lainnya.

“Kalau disebut sibuk ya, karena kami Kelompok Fungsi (Poksi). Kita alhamdulillah karena pos pos sudah tersebar, sampai saat ini masih bisa menanggulangi dan berkoordinasi dengan baik” jelasnya.

Dia juga memaklumi, anggaran yang memiliki prioritas. Sembari mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras), timnya juga berusaha untuk mengoptimalkan dalam pemeliharaan alat yang ada.

“Kami pun sadar kepentingan Kota Depok ada yang lebih di prioritaskan. Saat pengajuan dari kami diakomodir ya kami bersyukur. Kalaupun tidak, kami akan mengoptimalkan yang sudah ada,” bebernya.

“Apalagi itu tadi, kami telah mengkoordinasi serta kolaborasi dengan baik kepada pihak yang mungkin memiliki Sarpras dan alat yang di butuhkan,” tambahnya menerangkan.

Sekdis Damkar Kota Depok itu pun menegaskan, bahwa pencapaian pemberangkatan anggotanya masih diangka 15 menit, yang dihitung setelah mengverifikasi laporan yang diterima bukanlah laporan palsu.

“Untuk masyarakat, mungkin harus melihat kasusnya terlebih dahulu ya. Apabila memang memungkinkan dan tidak beresiko. Tidak masalah untuk membantu, tapi juga harus bisa mengklasifikasikan bencana yang terjadi di masing-masing wilayah,” pungkasnya sembari mengakhiri wawancara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *